Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Injil Bukanlah Firman Tuhan, Sarjana Kristen Sendirilah Yang Menyatakan Demikian

Assalamu alaykum, Wr. Wb,

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, simaklah apa yang Allah firmankan berikut ini: “Sungguh, Kamilah yang telah menurunkan Al Qur’an dan Kami juga yang akan menjaganya” (Al Hijr: 9). Insha Allah dari ayat tersebut dapat diketahui dengan sejelas-jelasnya bahwa Al Qur’an benar-benar berasal dari Allah dan keasliannya terjamin hingga hari kiamat.

Sangat menakjubkan dikala kita mengetahui bahwa kitab Injil yang diyakini sebagai firman Tuhan ternyata bukanlah berasal dari Tuhan. Benarkah demikian? Ini dia hasil penelitian yang dilakukan atas keputusan dari 32 missionaris (penginjil) yang juga didukung oleh 50 kelompok-kelompok Kristen. Berdasarkan hasil pengkajian mereka, inilah yang bisa diperoleh dari kesimpulannya:

KITAB PERJANJIAN LAMA

  1. Kitab KEJADIAN, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Penulisnya adalah salah satu dari Kitab Musa.”
  2. Kitab KELUARAN, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Secara umum adalah Musa.”
  3. Kitab IMAMAT, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Secara umum adalah Musa.”
  4. Kitab BILANGAN, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Secara umum adalah Musa.”
  5. Kitab ULANGAN, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Secara umum adalah Musa.”
  6. Kitab JOSHUA, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Sebagian besar adalah Joshua.”
  7. Kitab HAKIM-HAKIM, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Mungkin Samuel.”
  8. Kitab RUTH, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Tidak diketahui secara pasti, mungkin Samuel.”
  9. Kitab 1 SAMUEL, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Tidak diketahui.”
  10. Kitab 2 SAMUEL, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Tidak diketahui.”
  11. Kitab RAJA-RAJA 1, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Tidak diketahui.”
  12. Kitab 1 TAWARIKH, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Tidak diketahui, mungkin dikumpulkan dan diedit oleh Ezra.”
  13. Kitab 2 TAWARIKH, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Mungkin dikumpulkan dan diedit oleh Ezra.”
  14. Kitab EZRA, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Mungkin ditulis dan diedit oleh Ezra.”
  15. Kitab ESTHER, siapkah penulisnya? Jawabannya: ”Tidak diketahui.”
  16. Kitab AYUB, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Tidak diketahui.”
  17. Kitab AMSAL, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Yang paling utama adalah Daud, meskipun ada yang lain.”
  18. Kitab PENGKHOTBAH, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Meragukan, tapi umumnya dianggap oleh Sulaiman.”
  19. Kitab YESAYA, siapkah penulisnya? Jawabannya: ”Utamanya adalah Yesaya sebagian bisa jadi ditulis oleh yang lain.”
  20. Kitab YUNUS, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Tidak diketahui.”
  21. Kitab HABBAKUK, siapakah penulisnya? Jawabannya: ”Tempat dan waktu kelahirannya tak diketahui.”

Demikianlah ringkasan data-data tersebut yang diperoleh melalui RSV (Revised Standard Version) Collins tahun 1971, hal. 12-17. Insha Allah jelaslah bahwa kitab Injil yang dijadikan pedoman hidup beragama bagi umat Kristen bukan berasal dari Tuhan, namun hasil editan manusia yang sudah tidak bisa lagi terjamin keasliannya. Adapun untuk data-data penulis kitab perjanjian baru, kami belum bisa mendapatkannya.

Wassalamu alaykum…

4 Responses

  1. Good is Good mengatakan:

    saya bantu deh… Amsal itu yg tulis Raja Salomo, anak dari Raja Daud

    Pengkhotbah yg nulis Salomo juga

    Kidung Agung yg nulis Salomo juga

    Sulaiman = Salomo

    Penulis Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ditulis oleh berbagai orang dari berbagai profesi, ada yg raja, ada dari nabi Tuhan, ada nelayan dari berbagai tempat, ada yg dari Mesir, Israel, dan pada waktu itu belum ada Facebook juga, email juga gk ada.. kenal juga tidak…

    dan

    jarak antara penulis yg satu dan yg lain jaraknya ratusan tahun,

    Tetapi

    ada benang merah yg sangat jelas dari Kejadian – Wahyu.
    Berbicara tentang rancangan Tuhan tentang keselamatan melalui Yesus Kristus sang Mesias.

    siapa yg jaga itu terus bertahan ribuan tahun? Roh Kudus yg memimpin setiap penulis kitab sehingga tetap dalam benang merah…

    Kalau satu orang yg nulis, Bisakah itu disebut objektif???

    ini udah sangat jelas objektif toh!

  2. Good is Good mengatakan:

    Banyak ko yg udh tau itu… Buku juga banyak yg menjelaskan latar belakang kitab, pengantar kitab siapa yg menulis kitab..

    bagaimana konteks kitab.

    banyak koq bukan hanya segitu peneliti…

    memang sih banyak karena Alkitab itu sangat kaya dan terbuka apa adanya…

    Kitab yg jujur..

    tokoh dalam Alkitab berbuat dosa juga ada di Alkitab… ada ditutup2in??

    biasanya kan kalau orang itu yg ditunjukkin nya yg baik baik baiknya saja kan?? biasanya yg buruk nya atau aib ditutup2in kalau boleh tidak boleh ada yg tau…

    tapi Alkitab gk ditutup2in kesalahan manusia…
    justru lewat kesalahan manusia,, ada keadilan Tuhan..

    “Tuhan menghukum…”, “Tuhan Murka..”

    kalau saya boleh koment, yg punya wordpress ini hanya mengetahui sedikit kebenaran tetapi berani berkoar-koar…

    semoga membantu,…^^

    Jesus Love You

  3. Good is Good mengatakan:

    Para penulis Kitab Suci ini hampir-hampir tidak mempunyai kesamaan. Lihatlah pada kualifikasi mengarang mereka yang berbeda-beda. Sementara Musa mungkin seorang terpelajar, lulusan lembaga pendidikan yang terbaik di Mesir, Petrus sama sekali bukan seorang pengarang. Ia seorang nelayan, dan tidak ada catatan yang menunjukkan bahwa Petrus adalah seorang yang berpendidikan. Namun tulisan kedua orang itu penuh dengan hikmat Allah.

    Amos seorang gembala, Yosua seorang jendral, Nehemia seorang juru minuman. Ada beberapa lagi seperti Perdana Menteri Daniel, Dokter Lukas, dan Raja Salomo, yang mungkin memiliki bakat alamiah untuk mengarang. Tetapi kebanyakan di antara mereka sama sekali tidak mempunyai bakat mengarang, namun secara sempurna orang-orang ini telah menggenapi tugasnya ikut ambil bagian dalam mengarang buku yang unik ini. Yang menjadi pertanyaan ialah, “Bagaimana mungkin?” .

    Hanya ada satu jawaban yang memuaskan. Dengan menggunakan kecakapan orang-orang ini, atau mengatasi ketidakmampuan mereka, Allah berbicara melalui mereka, dan menyebabkan mereka dapat menulis Kitab Suci itu sesuai dengan rencana-Nya yang ilahi.

    Saya ingin Anda memperhatikan juga bahwa Alkitab itu ditulis pada waktu dan keadaan yang berbeda-beda. Musa menulis 5 buku pertama dari Perjanjian Lama (pentateuh) ketika ia berada sendirian di padang gurun. Yeremia menulis dalam sebuah penjara bawah tanah yang lembab. Mazmur-mazmur indah dari Daud pasti ditulis di lereng bukit, sementara ia menggembalakan domba-dombanya. Yang lainnya menulis pada waktu berperang. Paulus menulis banyak suratnya, ketika ia dipenjarakan. Dokter Lukas kelihatannya menulis dalam semacam buku catatan harian. Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, menulis di Pulau Patmos yang berbatu-batu.

    Dan walaupun demikian . . . asal mula yang berbeda-beda ini kelihatannya tidak membuat perbedaan sedikit pun pada berita-berita yang dituliskan. Setiap bagian sesuai pada tempatnya. Setiap bagian memberi sokongan pada keharmonisan Kitab ini secara keseluruhan.

    Waktunya juga berbeda-beda. Beberapa buku ditulis pada suasana berbahaya, beberapa ditulis dalam keadaan yang damai. Pada jaman Daud menulis, ada banyak peperangan. Salomo menulis pada masa pemerintahannya yang damai. Banyak nabi menulis dalam keadaan sedih dan putus asa. Tetapi tidak satu pun dari keadaan-keadaan ini yang mengurangi kesatuan dari Kitab ini. Hanya ada satu sistem doktrin, satu jalan keselamatan, dan satu hukum iman. Allah telah mengambil benang-benang waktu dan keadaan yang berbeda-beda itu, dan dengan cakap menenunnya menjadi sebuah permadani kebenaran demi pertumbuhan rohani kita.

    Pernahkah Anda menyaksikan sebuah pagelaran orkes simponi? Di hadapan Anda seluruh pemain musik itu sudah siap untuk memainkan alat musiknya. Kemudian pemimpin musik itu mengangkat tongkat kecilnya dan orkes simponi itu mulai memperdengarkan suaranya. Biola-biola memainkan peran dengan indahnya dan diiringi oleh suara cello. Pada saat yang tepat kita dengar suara klarinet, suling-suling, dan tambur. Pada puncaknya menderumlah suara canang, dan mulailah simponi itu bermain secara penuh, masing-masing dengan alat musiknya saling menyumbangkan bunyinya sehingga menciptakan suatu kesatuan musik yang sangat indah.

    Kita tidak mempertanyakan bagaimana para pemain musik itu bermain dengan harmonis yang indah dan bukan dengan suara sumbang. Kita tahu betul, bahwa sebelum simponi itu terjadi, ada peranan penggubah lagu yang telah merancang setiap bagian dari musik itu dengan hati-hati dan penuh kecakapan. Demikian juga dengan Alkitab. Allah adalah Penggubah Yang Mahabesar dari Kitab Suci ini. Di dalam kurunnya waktu, Ia telah menggubah suatu simponi kebenaran yang agung. Setiap pengarang melakukan bagiannya sendiri, dan sementara masing-masing menulis buku-Nya, karya sastra yang agung sepanjang abad itu dihasilkan.

    Saya ingin Anda mempertimbangkan juga bahwa bangsa Yahudi itu bukanlah orang-orang yang suka mengarang. Proses pendidikan mereka terjadi hampir semata-mata secara lisan. Bahkan sekarang pun penekanan lebih diberikan pada hafalan. Namun dengan mengatasi semua kesulitan ini Allah telah membuat 39 buku dari Perjanjian Lama melalui para pengarang Yahudi. Dan kemudian, pada jaman Perjanjian Baru, tidak ada seorang pun yang berani menambah atau mengurangi isi Kitab Suci itu (Perjanjian Lama). Tentu saja para murid pun tidak berani melakukan hal itu. Tetapi Roh Kudus bekerja lagi dalam orang-orang yang terpilih dan walaupun mereka tidak biasa menulis, mereka menjadi penulis-penulis dalam kitab Perjanjian Baru. Sungguh benar bahwa jalan Tuhan bukanlah jalan manusia.

    Kemudian terjadilah . . . satu Kitab. Karangannya sama sekali tidak dapat diterangkan secara manusiawi. Sungguh suatu keajaiban karya sastra dalam proses pembuatannya. Tetapi bila Anda ingat, bahwa hal ini dilakukan dalam perbuatan dan kebenaran firman Allah, maka segala hal yang aneh dan segala pertentangan hilang dengan sendirinya. Penulis kitab Ibrani menulis . . . “Setelah pada jaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara . . .” (Ibrani 1:1).

  4. johan mengatakan:

    I love You Jesus,…..
    yang lain ngak penting…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: