Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Apakah Yesus Memiliki Sifat-Sifat Ketuhanan?

Assalamu alaykum Wr. Wb.

Saudara-saudaraku seiman dan seagama di manapun anda berada. Kita sebagai hamba-Nya telah dianugerahi akal yang istimewa oleh Allah SWT. Dengannya kita bisa berfikir, menelaah, dan menganalisa segala sesuatu. Tidak hanya akal, Allah SWT juga telah memberikan petunjuk hidup melalui Kitab Suci-Nya dan tuntunan dari Nabi-Nya. Petunjuk hidup inilah yang akan menyelamatkan setiap muslimin yang beriman dari kebodohan, kesesatan dan salah jalan. Petunjuk inilah yang mengarahkan umat dalam membagi mana yang haq (benar) dan yang batil (buruk). Petunjuk inilah yang mendatangkan kebaikan di dunia dan memberikan kenikmatan yang jauh lebih banyak di akhirat kelak saat kita menghadap-Nya.

Kita memiliki Tuhan yang di sembah, Allah SWT. Tuhan tempat kita bernaung, memohon kemudahan jalan, mensyukuri kesenangan, dll. Tuhan yang disembah memiliki keutamaan dan kelebihan jauh melebihi manusia dan makhluk lainnya. Keutamaan Sang Pencipta tidak bisa dibandingkan dengan mansia selaku hamba-Nya yang penuh keterbatasan. Adakah kita memperhatikan Tuhan seperti apa yang kita agungkan? Tak diragukan lagi, kaum muslimin yang berakal telah mengetahui sifat-sifat Allah melalui tauhid Asma Wa Shifat dimana segalanya yang berhubungan dengan Allah bersifat Maha …, Maha …, dan Maha … Yakni Allah melebihi dari makhluk ciptaan-Nya. Jauh melebihi dan tak akan pernah selama-lamanya bisa dipersamakan dengan makhluk.

Umat Nasrani menyembah, mengagungkan, mengharapkan, dan berdoa kepada suatu hal yang diyakini sebagai Tuhan mereka. Namun Tuhan yang mereka harapkan sebagai penyelamat ternyata memiliki sifat dan karakteristik sama seperti mereka yang menyembahnya, baik itu dari segi fisik maupun kebiasaannya. Bagaimanakah seorang manusia menyembah sesuatu yang mirip manusia dan punya kebiasan sepertinya juga? Manakala Tuhan memiliki karakter kemanusiaan, lalu dimana perbedaannya? Apa yang membedakannya dari hamba-Nya? Berikut adalah sebuah kebenaran yang berhasil diungkap dari kerancuan, kesamaran, maupun ketidak-jelasan dari sikap beragama kaum Nasrani terhadap persepsi Tuhan mereka.

1. Apakah Tuhan Harus Melalui Proses Kelahiran?

Jikalau Yesus itu Tuhan, lantas apakah Tuhan itu pada awalnya berupa tidak ada kemudian menjadi ada dengan diperanakkan (dilahirkan) melalui rahim seseorang? Apakah Tuhan itu harus tercipta melalui proses terbentuknya darah, daging, tulang, dan bentuk sempurna sebagaimana yang kitab Injil katakan:

”Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud(Roma 1: 3)?

Bagi orang yang berakal tentunya hal ini sangat aneh. Apakah Tuhan yang memiliki kemuliaan harus diperanakkan lewat rahim wanita dan keluar melalui liang peranakkan (vagina)? Sungguh, Tuhan itu tidak demikian dan tidak akan seperti itu. Allah SWT berfirman:

“(Allah) tidak beranak dan tidak diperanakkan (dilahirkan)” (Al Ikhlas: 3)

Maka ambillah pelajaran hai orang-orang yang beriman!!!

2. Apakah Tuhan Merasa Lapar dan Haus?

Jikalau Yesus itu adalah Tuhan, maka apakah ada Tuhan yang merasa lapar dan perutnya harus diisi makanan? Lalu jika ada rasa lapar, maka ada pula tuntutan rasa haus dan keinginan untuk minum demi melepas dahaga. Apakah Tuhan itu harus makan dan minum selayaknya manusia? Injil telah menyatakan ini:

”Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.” (Matius 21: 18)

Juga:

”Keesokan harinya setelah Yesus dan ke dua belas muridnya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.” (Markus 11: 12)

Dan pada ayat yang lain:

”Sesudah itu, karena Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia: Aku haus.” (Yohannes 19: 28)

Ketahuilah, Tuhan yang maha agung jauh dari sifat seperti ini. Ini adalah sifat manusia yang membutuhkan makanan. Tidak ada satupun ayat dari Al Qur’an yang menjelaskan bahwa Allah itu lapar dan haus, tidak pula Allah makan dan minum. Justru manusialah yang sering digambarkan oleh Al Qur’an sebagai makhluk yang membutuhkan makan dan minum. Allah SWT berfirman:

”Dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung sinai yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan. (Al Mu’minun: 20)

Allah SWT berfirman:

”Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu.” (Al Maidah: 4)

Allah SWT berfirman:

Makanan Ahli Kitab itu halal bagi kamu dan makananmu halal bagi mereka.” (Al Maidah: 5)

Kita sebagai umat muslim meyakini bahwa Nabi Isa a.s adalah seorang utusan Allah. Beliau adalah seorang manusia yang membutuhkan makanan. Allah SWT berfirman:

Isa Al Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun telah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh kepada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan.(Al Maidah: 75)

Allah tidak membutuhkan makanan, ini menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang agung dan tidak mengalami sakit dan kematian jika tidak makan. Justru Dialah yang menciptakan makanan. Allah SWT berfirman:

Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma).(Al An’am: 95)

Bukankah engkau telah melihat kebenaran wahai orang yang berakal?

3. Apakah Tuhan Mengantuk dan Butuh Tidur?

Tuhan, sebagaimana yang kita yakini, adalah Dzat Yang Maha Mulia dan Agung. Dia Maha Kuat dan Maha Sempurna. Dia tidak membutuhkan waktu istirahat dan tidur untuk mengembalikan kekuatannya. Lalu jika Yesus adalah benar-benar Tuhan, lalu mengapa ia mesti tidur? Mengapa ia sama seperti manusia umumnya yang harus beristirahat dan tidur? Injil menyatakan:

”Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan sebuah tilam.” (Markus 4: 38)

Hal ini sangat tidak pantas disematkan kepada sifat Tuhan Yang Maha Berkuasa. Allah SWT berfirman:

”Allah, tiada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur.” (Al Baqarah: 255)

Benar!!! Tidak merasa mengantuk dan tidak butuh tidur. Maha besar Allah dan segala kebenaran yang diwahyukan-Nya.

4. Apakah Tuhan Menangis Layaknya Manusia?

Apabila Yesus itu Tuhan, lantas apakah dia bersedih menahan derita hingga harus meneteskan air mata? Apakah Yesus merasa terharu oleh sesuatu hingga ia menangis? Hal ini ditulis dalam Injil:

Maka menangislah Yesus.(Yohanes 11: 35)

Ya!! Yesus menangis seperti manusia. Dan perhatikanlah wahai orang yang beriman, Tuhan tidak menangis!!! Apabila ada yang mempertanyakan ayat mana yang paling pendek dalam Injil, maka jawabannya adalah ayat di atas.

Al Qur’an tidak pernah menyebutkan bahwa Allah bersedih hati dan dibuat terharu oleh sauatu apapun. Sebaliknya, Allah tidak memiliki sifat seperti manusia dan Dia takkan pernah bisa dibandingkan dengan manusia, Allah SWT berfirman:

”Dan tidak ada yang setara dengan-Nya.” (Al Ikhlas: 4)

Maka bangun dan sadarlah dari tidur panjangmu hai orang yang berakal!!!

5. Apakah Pengetahuan Tuhan Terbatas?

Sekali lagi, jika Yesus adalah Tuhan, lantas mengapa ia tidak maha tahu? Mengapa pengetahuan-Nya terbatas? Simaklah apa yang ditulis dalam Injil:

”Dan dari jauh Ia (Yesus) melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.” (Markus 11: 13)

Apa yang janggal dari ayat di atas? Jawabannya yakni Yesus tidak mengetahui kapan musim buah ara. Jika ia seorang Tuhan, maka pastilah pengetahuannya tak terbatas. Pastilah ia tahu kapan saatnya pohon ara sedang berbuah. Namun karena Yesus tidak tahu kapan musim buah ara, maka ketika ia mendekati pohon itu dia tak dapat apa-apa selain pohon yang berdaun tanpa buah. Hal ini bertentangan dengan sifat Tuhan Yang Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu. Allah SWT berfirman:

“Muhammad berkata: Tuhanku (Allah) mengetahui perkataan di langit dan di bumi, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Al Anbiya: 4)

Juga firman-Nya:

“Sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui.” (Al Hijr: 86)

Ayat yang teramat sangat jelas menerangkan kepada hamba-Nya bahwa Dialah Yang Maha Mengetahui. Maka di dalam perkara ini terdapat tanda kebesaran-Nya bagi mereka yang meyakini.

6. Apakah Tuhan Bisa Digoda Setan?

Tuhan Yang Maha Besar tidak bisa diganggu dan dipersulit oleh ciptaan-Nya. Tuhanlah yang menciptakan makhluk; baik itu manusia, hewan, setan (jinn), batu, tanaman, dll. Apakah sang pencipta yang maha berkuasa dapat diganggu oleh ciptaannya? Tidak akan bisa!!! Perhatikan keanehan yang dinyatakan Injil berikut ini:

”Segera setelah itu Ruh Kudus (Jibril) memimpin Dia (Yesus) ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal selama 40 hari lamanya, digodai oleh iblis.” (Markus 1: 12-13)

Yesus yang diklaim sebagai Tuhan digoda oleh iblis terkutuk ketika ia berada di gurun pasir. Tuhan macam manakah yang bisa digoda oleh setan? Di mana posisi kekuatan dan kebesarannya jika Tuhan itu digoda, diganggu, dan dirayu oleh setan yang hina? Hanya manusia yang bisa digoda setan sehingga ia terjerumus ke dalam perbuatan dosa. Sesungguhnya hal ini sangat jelas bagi hamba yang beriman lagi berakal dalam membedakan mana yang benar dan mana yang keliru. Al Qur’an yang mulia menjelaskan bahwa Allah tidak bisa diganggu oleh setan, bahkan sesungguhnya setan (jin) itulah yang takut dan lemah kepada-Nya. Para jin berkata:

Kami (jin) tidak akan mampu melepaskan diri dari (kekuasaan Allah) di bumi dan tidak pula dapat lari melepaskan diri (dari) Nya.” (Al Jinn: 12)

Maha benar Allah dan apa yang Ia firmankan dalam Kitabullah. Jin bahkan merasa bahwa mereka mendapat ancaman siksa jika mereka ingkar kepada Tuhan-Nya. Bukalah matamu lebar-lebar wahai pencari kebenaran!!!

Baiklah, sampai di mana kita sekarang? Kita telah mengetahui Tuhan seperti apa yang disembah orang Nasrani. Jelas sekali perbedaannya dengan Tuhan kita yang satu dan Maha Agung. Perbedaannya sungguh jelas bisa dilihat oleh mata tanpa bantuan mikroskop maupun kaca pembesar. Sungguh bisa jelas dilihat bagaikan bulan purnama yang bersinar terang di tengah gelapnya malam. Dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dari sesatnya pemikiran kaum kuffar. Cukuplah Allah sebagai pelindung…

Wassalamu alaykum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: