Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Tiada Nabi Dan Rasul Setelah Nabi Muhammad SAW

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Assalamu alaykum, Wr. Wb.

Segala puji dan syukur kita panjatkan hanya kepada Allah SWT saja dan tidak kepada yang lain. Kepada-Nya kita menyembah dan meminta pertolongan.

Saudara-saudaraku seiman dan seagama, sudah menjadi keyakinan yang haq bagi umat muslim di manapun ia berada bahwa Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul yang diutus paling akhir. Dengan demikian, tak ada lagi kenabian setelah beliau dan tak ada lagi yang mengklaim menjadi Nabi atau Rasul kecuali dia itu pendusta yang dilaknat Allah.

Allah berfirman: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para Nabi” (Al Ahzab: 40). Ulama sefaqih dan sealim Ibnu Katsir mengkomentari: “Ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad” (Tafsir Ibnu Katsir, 7/307).

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab dari ayahnya dari Nabi bahwa beliau bersabda: “Perumpamaan aku dengan para Nabi yang lain laksana seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah, kemudian rumah itu ia perindah dan ia sempurnakan. Namun pada bangunan rumah itu, ia meniggalkan sebuah tempat kosong yang semestinya diisi oleh sebatang batu bata yang tidak ia letakkan. Saat itu manusia mengelilingi bangunan seraya merasa kagum dengan keindahannya. Mereka berkata: ’Seandainya tempat ini diisi oleh sebuah batu, niscaya akan sempurna keindahannya.’ Maka dibandingkan dengan para Nabi lainnya, aku inilah batu yang menyempurnakan tyempat yang kosong tadi” (HR. Ahmad, 5/136; Tirmidzi, 3613).

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Kerasulan dan kenabian sungguh telah terputus, tidak ada Rasul setelah ini dan tiada pula seorang Nabi.” Anas berkata: ”Hal itu membuat guncang hatinya.” Nabi bersabda: ”Akan tetapi ada Al Mubasysyiraat.” Mereka bertanya: ”Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan Al Mubasysyiraat?” Nabi menjawab: ”Mimpi seorang muslim. Dan mimpi yang benar merupakan satu bagian dari beberapa bagian kenabian” (HR. Ahmad, 3/263; Tirmizi, 2272).

Diriwayatkan dari Abu Daud Ath Thayalisi dari Jabir bin Abdullah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Perumpamaan aku dengan para Nabi lainnya laksana seorang aki-laki yang membangun sebuah rumah. Dia memperindah dan ia sempurnakan rumah ini terkecuali sebuah tempat kosong untuk sebuah batu bata. Setiap orang yang masuk ke dalamnya danmelihatnya pasti berkata: ’Alangkah bagusnya bangunan ini, hanya sayang ada tempat kosong seukuran sebuah batu bata.’ Maka akulah batu yang menutupi tempat kosong itu. Denganku seluruh Nabi menjadi berakhir, semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada mereka” (Musnad Ath Thayalisi, 247; Muslim, 4/1791; Bukhari, 1785; Tirmidzi, 2862).

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Nabi SAW besabda: ”Perumpamaan aku dengan para Nabi lainnya laksana seorang laki-l;aki yang membangun rumah. Ia menyempurnakan rumah itu terkecuali menyisakan satu buah batu bata. Aku datang untuk menyempurnakan batu bata tersebut” (HR. Ahmad, 3/9; Muslim 4/1791).

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Sungguh, perumpamaan aku dengan para Nabi lainnya sebelum aku laksana perumpamaan seorang laki-laki yangmembangun rumah. Ia baguskan, ia sempurnakan, ia percantik rumah itu, kecuali tempat kosong seukuran batu bata di sebuah sudut rumah dari beberapa sudut rumah tadi. Kemudian manusia berkerumun mengagumi bangunan itu. Mereka berkata: ’Aduhai, mengapa engkau tidak meletakkan sebuah batu bata di sini. Niscaya rumahmu akan terlihat sempurna.’ Rasulullah SAW melanjutkan: Maka akulah batu bata itu” (HR. Ahmad, 2/312; Bukhari, 3/535; Muslim, 4/1791).

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Aku diistimewakan atas Nabi lainnya dengan enam keistimewaan: 1) Aku dianugerahi perkataan singkat dan mengandung hikmah, 2) Aku dimenangkan atas musuh dengan dilemparkan kepada mereka perasaan takut, 3) Dihalalkan bagiku rampasan perang, 4) Tanah dijadikan untukku sebagai tempat shalat dan alat bersuci, 5) Aku diutus kepada seluruh makhluk, 6) aku menjadi penutup para Nabi” (Muslim, 1/371; Ibnu Majah, 1/188; Tirmidzi, 1553).

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah Saw bersabda: ”Perumpamaan aku dengan para Nabi lainnya sebelumku adalah laksana seorang laki-laki yang membangun rumah, lalu ia sempurnakan bangunan rumah itu selain tempat untuk sebuah batu bata. Lalu aku datang untuk menyempurnakan batu bata yang belum terpasang tersebut” (HR. Ahmad, 3/9; Muslim, 4/1791).

Allah SWT berfirman: ”Dan ingatlah ketika Isa bin Maryam berkata: Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab yang turun sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” (As Saff: 6). Dari Jubair bin Muth’im bahwa Nabi bersabda: ”Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama. Aku Muhammad, aku Ahmad, dan aku Al Maahi yang denganku Allah menghapus kekufuran. Aku Al Hasyir yang mana semua manusia dihimpun setelah aku. Aku Al Aaqib yangberarti tak ada lagi Nabi setelahnya” (HR. Ahmad, 4/80; Muslim, 4/1828; Bukhari, 3532).

Dari ayat-ayat dan hadist-hadist yang disebutkan di atas, terlihat begitu jelas bahwa kenabian Muhammad SAW adalah yang terakhir dan dengan tegas dikemukakan tentang tidak adanya lagi Nabi setelah beliau, hal ini dikarenakan hadist-hadist tersebut sudah mencapai derajat mutawatir. Maha Benar Allah dan Maha Suci Dia dari apa yang orang kafir persekutukan. Tidak ada lagi keraguan dan kita berlindung kepada Allah dari kesesatan orang munafik dan kaum kuffar.

Wassalam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: