Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Sepuluh Pembatal Keislaman Menurut Sheikh Muhammad Bin abdul Wahhab

Assalamu’alaykum Warrahmatullaahi Wabarakatuh,

In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful

Sheikh Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah seorang ulama penyeru tauhid yang tak asing lagi bagi para pengusung bendera tauhid dari kebid’ahan dan kesyirikan. Beliau (rhm.) telah menyimpulkan sepuluh hal yang bisa menyebabkan batalnya keislaman seseorang. Ke-sepuluh point tersebut adalah:

  1. Syirik dalam beribadah kepada Allah Yang Maha Esa yang tiada sekutu bagi-Nya, dalilnya adalah firman Allah ta’ala: “Sesungguhnya Allah takkan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (An Nisa: 48).
  2. Orang yang mengadakan perantara antara dirinya dengan Allah. Mereka menyeru perantara-perantara itu, dan memohon pertolongan (syafa’at). Hal ini kafir berdasarkan ijma. Allah SWT berfiman: ”Katakanlah (Muhammad): ’Serulah mereka yang kamu anggap sebagai Tuhan selain Allah. Mereka tidak memiliki kekuasaan seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tak memiliki peran serta dalam penciptaan langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. Dan syafaat di sisi-Nya hanya berguna untuk orang yang telah diizinkan-Nya. Sehingga apabila telah hilang ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: ’Apa yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ’Perkataan yang benar.’ Dan Dialah yang Maha Tinggi dan Maha Benar” (Saba: 22-23).
  3. Siapa saja yang ragu-ragu untuk mengkafirkan atau tidak mengkafirkan orang yang jelas-jelas kemusyrikannya. Orang seperti ini kafir berdasarkan ijma. Allah SWT berfirman: ”Barangsiapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat dan takkan putus” (Al Baqarah: 256). Allah SWT berfirman: ”Sungguh telah ada suri teladan yang baik dari Ibrahim dan orang yang mengikutinya, ketika mereka berkata kepada kaumnya: ’Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari kekafiranmu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja’” (Al Mumthahanah: 4).
  4. Siapa saja yang meyakini ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi, ini berarti dia mengedepankan hukum thaghut daripada hukum Islam. Nabi bersabda: ”Amma ba’du: Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad.”
  5. Siapa saja yang membenci apa yang telah dibawa oleh Nabi. Allah SWT berfirman: ”Yang demikian itu adalah karena mereka membenci apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an) lalu Allah menghapuskan amal-amal mereka” (Muhammad: 9).
  6. Orang yang mengolok-olok agama Allah. Allah SWT berfirman: ”Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab: ’Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah: ’Mengapa dengan Allah, ayat’ayat-Nya, serta rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak perlu kamu meminta maaf karena kamu telah kafir setelah beriman.’” (At Taubah: 65-66).
  7. Sihir, termasuk didalamnya pelet, santet, dsb. Siapa saja yang melakukannya atau ridha terhadap perbuatan itu, maka dia kafir. Allah SWT berfirman: ”Keduanya (Harut dan Marut) tidak mengajarkan (sihir) kepada seorangpun sebelum mengatakan: ’Sesungguhnya kami hanyalah cobaan bagimu, maka janganlah kamu kafir’” (Al Baqarah: 102).
  8. Mendukung orang musyrik dan membantu memerangi kaum muslimin. Allah SWT berfirman: ”Wahai orang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu, mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka sebagai teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka” (Al Maidah: 41).
  9. Meyakini bahwa manusia tidak wajib mengikuti syari’at Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman: ”Dan sungguh, ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya” (Al An’am: 153).
  10. Berpaling dari agama Allah, tak mau mengamalkan dan mempelajarinya. Allah SWT berfiman: ”Dan siapa yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhan-Nya kemudian ia berpaling?” (As Sajdah: 22).

Tidak ada bedanya dalam seluruh pembatal-pembatal di atas, baik itu dilakukan sembari bermain-main, sengaja, bersungguh-sungguh ataupun dalam keadaan takut kecuali TERPAKSA, kesemua pembatal di atas merupakan bahaya besar dan merupakan pembatal yang paling banyak terjadi. Seyogyanya setiap muslim mewaspadai hal tersebut, dia harus takut hal tersebut menimpanya. Kita berlindung kepada Allah dari murka-Nya dan pedih siksaan-Nya. Shalawat atas Nabi Muhammad.” (Ad Durar As Sanniyah, 10/91; dan Fataawa Ulamaa’il Bilaadil Haramain, 61).

Wassalamu’alaykum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: