Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Pernyataan Untuk Tidak Boleh Mencari-Cari Kesalahan Sesama Saudara Muslim

In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful

Saudara-saudara muslimku yang dirahmati Allah, fenomena saling mencela di antara sesama muslim yang berbeda pandangan adalah hal yang tidak bisa dihindari lagi belakangan ini. Satu golongan mencela golongan lain adalah hal yang sering kita dapati. Sesungguhnya perbedaan dalam Islam itu sebuah sunnatullah yang pasti terjadi, DR. Yashir Burhami berkata: “Dalil-dalil qathy dari Al Qur’an dan sunnah menegaskan bahwa perbedaan adalah sesuatu yang pasti terjadi antar sesama anak manusia. Dan itu sudah menjadi ketentuan Allah atas mereka. Allah ta’ala berfirman: ‘Dan tidaklah manusia itu dulunya melainkan hanya satu umat saja, kemudian mereka berselisih. Dan kalau saja bukan karena kalimat Tuhanmu yang telah lalu, niscaya Dia akan memutuskan apa yang diperselisihkan di antara mereka (Yunus: 9).’ Jadi, dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa kalimat-Nya yang pertama kali ketika menciptakan makhluk, adalah tidak memutuskan (siapa benar siapa salah) dalam perbedaan yang terjadi di antara mereka saat itu juga.” (Fiqh Al Khilaf Baina Al Muslimin, hal.6)

Apa yang dikatakan beliau adalah benar adanya bahwa perbedaan pasti terjadi. Akan tetapi, hal ini bukan berarti membuat kita semua pasrah dalam menyikapi perbedaan tersebut, sesungguhnya Al Qur’an telah memaklumatkan bahwasanya umat walaupun berbeda-beda tetaplah harus bersatu dan jangan berpecah belah. Allah SWT berfirman: “Dan berpegang teguhlah kamu pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” (Ali Imran 103) dan juga: “Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agamanya mejadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan golongan mereka” (Ar Rum 31-32). Maka dari itu, marilah kita sikapi perbedaan ini dengan bijak. Jadikan perbedaan ini sebagai ujian kesabaran bagi kita semua. Boleh-boleh saja kita tidak sependapat dengan pemahaman saudara kita yang berbeda, namun janganlah hal ini digembar-gemborkan dengan hasutan bernada fitnah dan penuh kemarahan. Ambillah sikap teladan dari Imam Asy Syafi’i: “Jika engkau tidak setuju dan berbeda pendapat denganku, janganlah engkau marah bila tidak bisa menerimanya.” (Diwan Al Imam Asy Syafi’I, hal. 20)

Hal yang sangat disayangkan mengenai hal ini yaitu adanya sikap saling memaki, mencela dan mencari-cari kesalahan saudaranya dengan maksud menjatuhkan nama baik dan menggiring umat agar memiliki pandangan buruk terhadapnya. Mengenai hal mencari-cari kesalahan orang, dengan jelas Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (Al Hujurat: 12). Senada dengan hal itu, Nabi Muhammad SAW pun bersabda: “Sesungguhnya jika kamu suka mencari kesalahan orang lain, maka kamu telah mencelakakan mereka, atau paling tidak kamu hampir saja mencelakakan mereka” (HR. Abu Dawud).  Jelas bukan? Maka janganlah kita mencelakakan saudara kita seagama dengan mengumbar kesalahannya.

Ulama yang diakui keilmuannya seperti Sheikh Bin Baz memfatwakan: “Wajib bagi para penuntut ilmu dan ahlul ilmu untuk berhusnuzhan terhadap saudara mereka para ulama. Mereka juga harus berkata yang baik dan menjauhi perkataan yang buruk. Sesungguhnya para da’i yang menyeru ke jalan Allah azza wa jalla itu memiliki pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat. Sehingga yang seharusnya dilakukan para penuntut ilmu adalah membantu tugas mereka dengan cara bicara yang baik-baik, dengan gaya bahasa yang santun dan dengan sangkaan yang positif; tidak dengan cara yang keras dan kasar, tidak pula dengan mencari kesalahan-kesalahan mereka dan menyebarluaskannya untuk membuat orang lari” (http://audio.islamweb.net).

Selanjutnya, Sheikh Al Utsaimin mengatakan hal yang kurang lebihnya sama perihal tingkah laku orang yang gemar mencari kesalahan dan aib orang, beliau berfatwa: “Ini tidak boleh! Mencari-cari kesalahan kaum muslimin apalagi para ulama adalah haram. Dalam hadist dikatakan; ‘Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya tetapi imannya tidak masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian menykiti kaum muslimin. Janganlah kalian mencari kesalahan mereka, karena sesungguhnya barangsiapa suka mengumbar aurat saudaranya, maka Allah akan mengumbar auratnya, sekalipun dia berada di pangkuan ibunya (HR. Tirmidzi)’ yakni sekalipun dia berada di rumah ibunya. Oleh karena itu, kita tidak boleh mencari kesalahan orang lain. Bahkan mencari kesalahan orang lain itu sendiri merupakan suatu kesalahan” (http;//www.islamgold.com).

Dari keseluruhan ayat Allah, hadist Nabi-Nya, dan perkataan ulama tentang hal ini, tentunya bisa dipahami dengan mudah menggunakan akal sehat di mana mencari kesalahan orang lain adalah haram. Alangkah baiknya jika kita menyibukkan diri ini dengan mencari kesalahan-kesalahan yang ada pada diri kita masing-masing. Dengan demikian, introspeksi terus dilakukan sehingga kualitas akhlak dan ilmu kita terus mengalami peningkatan sebagai akibat dari seringnya mengkoreksi diri. Semoga Allah mempersatukan kaum muslimin dan memberikan kemenangan terhadapnya. Hanya kepada Allah saja kita memohon pertolongan dan kita tidak mempersekutukan-Nya.

2 Responses

  1. Qois mengatakan:

    Assalamualaikum.. Ijin share di fb.. sukron..

  2. Wa alaykum salam…
    Silakan!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: