Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Jauhilah Mendatangi Dukun Dan Paranormal Dalam Menyelesaikan Perkara

In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, kegiatan mendatangi dukun, paranormal, atau orang pintar adalah suatu hal yang memang diakui banyak terjadi di negri ini. Urusan yang dikehendakipun beraneka ragam; mulai dari menyembuhkan penyakit (ruqyah), mencari jodoh (pelet), meramal nasib, sampai berniat jahat terhadap orang (santet).

Rasulullah SAW bersabda: “Ruqyah (jampi-jampi), Tiwalah (Pelet), dan Tama’im (Jimat) adalah syirik” (Ahmad)

Yang dikhawatirkan dari fenomena ini yaitu di mana orang awam mulai tertipu dengan penampilan paranormal yang dibungkus jubah ustad. Orang-orang pada umumnya tentu mengira bahwa metode pengobatan sang paranormal ini menggunakan cara islam, karena penampilannya memang terlihat islami. Apalagi jika jimat dan mantera yang digunakan ditulis berbahasa Arab, maka semakin mantaplah image positif dari sudut pandang masyarakat awam tentang hal ini.

Ketahuilah, klaim yang sering diungkapkan para orang pintar tersebut dalam kemampuannya melihat jin, berinteraksi dengan alam gaib, dsb. adalah tidak lebih sebagai suatu kebohongan semata. Sebagai orang yang beriman, kita diperintahkan untuk mengimani (yakin) terhadap adanya alam gaib yang tak kasat mata. Namun ada batasannya, mengimani bukan berarti harus sampai mendalami hal yang seperti itu hingga akhirnya memiliki kemampuan supranatural dalam bersinggungan dengan hal gaib.

Allah SWT berfirman: “Allah mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang hal itu kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya.” (Al Jinn 26-27)

Ayat Al Qur’an di atas adalah dalil bahwa manusia ditakdirkan untuk tidak dapat melihat jin dan tidak diberi kemampuan untuk mengetahui hal yang sifatnya gaib kecuali hanya sekedar di imani saja. Ya!! Cukup diimani saja. Hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan Allah: “Kitab Al Qur’an ini tiada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk kepada mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib (Al Baqarah 2-3).

Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya iblis dan pengikut-pengikutnya dapat melihat kamu dari tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. (Al A’raaf 27)

Imam Syafi’i mengatakan: “Barangsiapa mengatakan bahwa dia melihat jin, maka kami batalkan persaksiannya.” (Fathul Bari, 6/530)

Baik surat Al A’raf  ayat 27 maupun pendapat imam Syafi’i merupakan persetujuan bahwa kodrat manusia adalah memang tidak bisa melihat hal gaib (jin). Namun hal ini dimaksudkan dalam pengertian manusia tidak bisa melihat jin dalam bentuk aslinya. Adapun jika jin tersebut dilihat oleh seseorang dalam bentuk binatang atau bentuk lain selain dari bentuk aslinya, maka hal itu tidak dipermasalahkan karena ada banyak hadist yang menceritakan tentang munculnya jin yang dilihat oleh para sahabat.

Ibnu Hajar berkata: “Orang yang mengklaim bahwa ia melihat sesuatu dari mereka setelah jin beralih kepada bentuk-bentuk yang lain berupa binatang, maka tidak disalahkan, karena telah datang banyak hadist perihal perubahan mereka dalam berbagai bentuk.” (Fathul Bari, 6/396)

Hendaklah sebagai muslim untuk membentengi diri dengan dzikir agar terhindar dari sihir dan keburukan-keburukan orang yang berniat jahat. Dan apabila tertimpa kesulitan, jangan sampai mengkonsultasikannya kepada para dukun dan tukang sihir. Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa mendatangi peramal, lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka shalatnya tak diterima selama 40 hari.” (Muslim)

Mayoritas kalangan mazhab Syafi’i mengatakan bahwa shalat orang tersebut tidak berpahala selama rentang waktu tersebut. (Syarah Shahih Muslim XIV/446)

Imam Nawawi berkata: “Sangat berlimpah hadist-hadist shahih yang melarang mendatangi dukun dan mempercayai ucapan mereka.” (Syarah Shahih Muslim V/25)

Mengapa Imam Nawawi melarang mendatangi dukun dan mempercayai ucapan mereka? Ini dikarenakan kemampuan gaib sang dukun hanya berasal dari bisikan setan (jin) semata. Rasulullah SAW bersabda: ”Mereka (para dukun) itu tidak ada apa-apanya.” Para sahabat berkata: ”Ya Nabi!!! Adakalanya mereka meramal sesuatu dan ternyata benar.” Rasulullah SAW bersabda: Itu adalah sesuatu yang didengar oleh jin kemudian dibisikannya kepada para walinya dan mereka mencampurnya dengan seratus kebohongan. (Bukhari)

Dan ketahuilah satu hal penting… Syeikh Muhammad Bin Abdul Wahhab mengkategorikan para dukun sebagai salah satu kafir thaghut. Berikut adalah kategorinya:

  1. Syetan yang menyeru agar beribadah kepada selain Allah SWT, dalilnya: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Yassin: 60)
  2. Penguasa yang menrubah hukum Allah SWT, dalilnya: ”Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut.” (An Nisa: 60)
  3. Mereka yang berhukum selain dengan hukum Allah, dalilnya: ”Barangsiapa tidak memutuskan perkara dengan apa yang diturunkan Allah, mereka itulah orang-orang kafir.” (Al Maidah: 44)
  4. Mereka yang mengaku mengetahui perkara ghaib (dukun, paranormal), dalilnya: ”Allah mengetahui yang gaib, dan Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang yang gaib itu, kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya.” (Al Jinn: 26-27)
  5. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia ridha dengan hal itu, dalilnya: ”Barangsiapa di antara mereka mengatakan: ’Sesungguhnya aku adalah Tuhan selain Allah,’ maka orang itu Kami berikan balasan berupa Jahannam.” (Al Anbiya: 29)

(Majmua’tut Tauhid, hal. 260)

Ibnu Quddamah Al Maqdisi berkata mengenai dukun atau orang yang memiliki kemampuan gaib: ”Mempelajari dan mengajarkan sihir adalah haram, kami tidak mengetahui ada perselisihan di kalangan ahlu ilmi tentang masalah ini.” (Al Mughni 8/151)

Penjelasan singkat di atas adalah himbauan kepada kaum muslimin agar mulai lebih teliti membedakan yang mana ustad ahli sihir dan yang mana ustad sejati. Tentunya bagi mereka yang berhati bersih bisa dengan jelas memahami betapa tidak baiknya meminta bantuan para dukun dalam menyelesaikan suatu perkara. Jikalau syeikh besar seperti Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan bahwa dukun itu adalah thaghut alias sudah pasti kafir, maka kenapa saudara-saudara kita meminta bantuan kepada para orang kafir (dukun)?

Akhir kata, hanya kepada Allahlah kita berlindung.

Allah Ta’ala knows best…

2 Responses

  1. yong mengatakan:

    hari ini sy mendatangi “orang pintar” muslimah, putih kalau kata orang, krn ada sesuatu yg aneh sy rasakan, sebenarnya saya tidak percaya akan hal itu, tapi saya merasakan hal aneh dan tidak masuk akal yg saya lakukan, setelah membaca ini saya semakin bingung, kalau ternyata benar saya memang di pelet, lalu saya harus berbuat apa?… Krn sy merasa memang masalah yg saya hadapi sudah tidak masuk akal, tapi saya tidak bisa lepas dr masalah itu. Tolong beri sy petunjuk apakah saya sudah kafir, krn saya tdk terlalu percaya, da sayya. Tetap meminta pertolonngan kpd Allah SWT. Tks

  2. Untuk saudara yong, kami cukup prihatin jika benar anda dalam kondisi disihir (dipelet).
    Akan tetapi pastikanlah dulu apa benar anda ini dipelet, maksud kami, coba benar-benar diklarifikasi seperti apa detailnya hal yang menimpa anda ini.

    Cobalah melakukan shalat istikharah untuk satu atau dua malam dan mohon petunjuk kepada Allah SWT dengan ikhlas apa benar keanehan yang menimpa anda adalah berupa gangguan sihir.

    Selain itu, dibarengi dengan tindakan ruqyah preventif, yakni cobalah membaca 2 ayat terakhir dari surat Al Baqarah (Al Baqarah 285-286). Telah datang hadist shahih yang disabdakan Rasulullah SAw bahwasanya barangsiapa membaca 2 ayat tersebut maka niscaya penjagaan dari Allah cukup untuknya dan setan tak bisa menghadapinya.

    Jangan pula anda tinggalkan shalat lima waktu yang dikerjakan dengan keikhlasan hati lalu setiap selesai berdo’a, maka mintalah perlindungan kepada Allah ta’ala dari bahaya gangguan sihir. Kerjakanlah pula amalan sunnah seperti shalat dhuha dan qiyamul lail (tahajud) dan witir. Hal ini dilakukan untuk memperkuat aqidah, sebab niscaya setan dan jin akan kesulitan mengganggu orang yang benar akidahnya. Yakinilah bahwa setan itu lemah dan ia tak bisa memudharatkan hamba-Nya yang beriman.
    Allah SWT berfirman: “Dan sebagian di antara manusia ada yang meminta perlindungan kepada laki-laki dari golongan jin, maka jin-jin itu justru menambah kesesatan bagi manusia.” (Al Jinn: 6)

    Dan telah shahih pula riwayat dari sahabat bahwasanya dahulu jin itu takut kepada manusia, namun dikarenakan manusia pada saat singgah di tempat gelap nan sepi ia meminta perlindungan kepada para jin (syetan), maka para jin itu merasa bangga dan lebih hebat dari manusia, pada saat itulah mereka mulai mendekati manusia dan menyebabkan kesurupan dan gila (silakan lihat tafsir ayat ini di kitab tafsir Ibnu Katsir).

    Sekalipun setan itu melalui perantara para tukang sihir (dukun) bisa mengganggu anda, maka itu tidak lain berupa takdir Allah ta’ala untuk menguji kesabaran dan ketabahan anda.

    Jika anda masih kesulitan, maka tidak mengapa meminta diruqyah secara syar’i kepada saudara-saudara sesama muslim di sekitar anda yang lebih faham mengenai masalah ruqyah. Dengan catatan, pastikanlah ahli ruqyah yang anda mintai pertolongannya bukanlah tukang sihir (putih maupun hitam).

    Terakhir, kami tidak mengatakan anda sebagai orang kafir karena telah mendatangi seseorang yang mengaku mengetahui hal gaib, kami sama sekali tidak mengatakan demikian. Karena mungkin saja anda melakukan itu (mendatangi orang tersebut) sementara anda belum mengetahui hukumnya. Mudah-mudahan Allah ta’ala memaafkan kekeliruan anda dan memberikan jalan keluar bagi hal yang anda rasakan saat ini.

    Wallahu’alam bishowab….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: