Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

JANGANLAH KAMU MERASA BAHWA KAMU AKAN MASUK SURGA DENGAN MUDAH!!!

Bismillahirrahmaanirrahiim,

 

Hanya kepada Allah aku memuji, hanya kepada-Nya juga aku memohon; baik itu berupa keselamatan, jalan yang mudah, perlindungan dari marabahaya, ampunan dosa, permintaan yang bersifat duniawi maupun akhirati, dan permintaan besar untuk mendapat ridho-Nya agar diperkenankan memasuki surga yang indah yang mengalir sungai-sungai didalamnya dan dilayani oleh bidadari yang tiada taranya. Dan aku khawatir bahwa diriku tak termasuk ke dalam hmaba yang berhak mendapat surga-Nya.

Tulisan ini lahir atas dasar kegelisahan hatiku melihat fenomena yang terjadi di tempatku hidup ini. Hatiku memberontak, menolak, dan bahkan mungkin ingin berteriak menghadapi pandangan manusia yang kebanyakan mengaku masih muslim. Adapun hal yang membuatku gelisah adalah pemahaman mereka yang keliru terhadap agama ini. Sungguh diriku sering sekali mendapati apa yang mereka katakan; ‘Jalani hidup ini apa adanya, yakinilah bahwa Allah itu Tuhanmu, lalu jalanilah hidup ini bagaikan air yang mengalir’, demikianlah pernyataan umum yang biasanya terlontar dari kalangan awam. Ya!!! Mereka mengira hanya dengan meyakini Allah sebagai Tuhan lalu menjalani hidup ini apa adanya ,seolah-olah hidup yang mereka jalani sudah digariskan, lantas bilamana mereka mati dalam keadaan seperti itu mereka akan masuk surga. Di sisi lain mereka yang melontarkan pernyataan yang demikian itu jarang mengerjakan shalat, tidak rajin menuntut ilmu, serta banyak kemaksiatan yang dilakukannya seperti tidak bisa menjaga mulutnya dari menyakiti orang lain, dsb. Apakah dengan melalaikan ibadah seperti itu mereka akan masuk surga dan menikahi bidadarinya? Astaghfirullah…

Apakah mereka yang banyak meninggalkan shalat itu yakin mereka akan mendapat izin Allah untuk menempati surga??? Apakah mereka tidak takut kepada adzab Allah???

Bukankah Allah SWT berfiman: “Ataukah kamu mengira kamu akan masuk surga, padahal belum datang cobaan seperti yang dialami oraqng-orang terdahulu seperti kamu?” (Al Baqarah: 214). Bukankah ayat ini dengan jelasnya menerangkan peringatan serius kepada hamba bahwa mereka tak seharusnya mengira akan dimasukkan ke dalam surga hanya dengan hidup berleha-leha? Bukankah ayat ini sudah sangat jelas??? Apakah mereka tidak berfikir???

Inilah dia sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian, di anatara mereka ada yang digergaji dari tengah-tengah kepalanya hingga terbelah hingga kedua kakinya, namun hal itu tidak memalingkan mereka dari agamanya. Adapula yang tubuhnya disisir dengan sisir besi hingga terpisah anatara daging dan tulangnya, namun hal itu tak menjadikan mereka berpaling dari agamanya” (HR. Bukhari, no. 3612).

Apa yang bisa dipetik dari hadist tersebut? Sesungguhnya orang-orang muslim yang hidup di masa lalu dianiaya sedemikian kejam dan tetap mempertahankan agamanya. Maka pengorbanan berat mereka itu pantas dibalas dengan surga nan indah. Mereka mengalami kematian yang teramat sangat tragis lagi mengenaskan semata-mata untuk Allah saja. Jika mereka yang demi mendapat surga harus mengalami kepayahan dan pengorbanan yang luar biasa ekstrem seperti itu, lalu bagaimana dengan orang-orang sekarang ini yang duduk santai lalu mengharap mati masuk surga dengan mencukupkan diri berkata; ‘Yang penting aku yakin kepada Allah dan jalani hidup bagai air yang mengalir’? Ambillah pelajaran berhaga!!!

Perhatikanlah perkataan Sayyid Quthb mengenai Surat Al Baqarah ayat 214 itu: “Agar layak masuk surga, maka para pemegang akidah harus harus membela akidahnya.  Untuk ini mereka harus siap memikul penderitaan, kesulitan, kesengsaraan, dan kemelaratan, silih berganti mengalami kemenangan dan kekalahan,” dan beliau pun melanjutkan perkataannya, “Mereka berhak masuk surga…” (Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, 1/259).

Demikianlah! Benarlah apa yang dikatakan Sayyid Quthb bahwa mereka yang berhak masuk surga adalah mereka yang terus bersabar menahan penderitaan, terus berharap cemas kepada Allah, membela akidahnya mati-matian dan menggigit dengan gigi geraham, dan tetap dalam keadaan seperti itu sehingga kematian menjemput. Itulah kriteria para ahli surga; dan bukan kriteria orang yang mengaku Islam tetapi shalatnya jarang-jarang dan tidak mau menuntut ilmu.

Allah SWT berfirman dalam ayat yang lain: “Dan adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, dan mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan siapkan baginya jalan yang sulit” (Al Lail: 8-10). Ikrimah berkata dari Ibnu Abbas: “Yakni kikir dengan hartanya dan merasa dirinya tidak memerlukan pertolongan Allah” (Ath Thabari, 24/472).

Simaklah nasehat dari Sheikh Al Utsaimin tentang ayat tersebut: “Orang yang kikir adalah orang yang tidak memberikan sesuatu yang diperintahkan Allah untuk diberikan. Disamping itu dia juga merasa cukup dari Allah Azza Wa Jalla, tidak bertaqwa kepada Pemeliharanya, bahkan dia merasa bahwa dirinya sudah tidak memerlukan kasih sayang Allah lagi” (Tafsir Juz Amma Syaikh Al Utsaimin, hal. 295).

Ketahuilah bahwa kita harus tetap memohon pertolongan Allah sekalipun kita rajin beribadah dan yakin berada di atas agama yang lurus. Tidaklah diperbolehkan bagi kita semua untuk bersantai dan menganggap kita pasti akan masuk surga karena sudah memeluk Islam. Maka jikalau orang yang rajin beribadah saja harus takut dirinya tidak masuk surga, lalu apakah mereka yang berkata; ‘Yakinlah kepada Allah, maka nanti pasti masuk surga’ itu tidak takut bahwa mereka tidak masuk surga? Apakah dengan shalat yang asal-asalan dan ibadah yang serampangan itu mereka pasti masuk surga??? Apakah dengan menjadi supir angkutan umum yang sering mengeluarkan kata-kata kotor maka ia akan masuk surga? Apakah dengan menjadi anak jalanan yang gemar melakukan kerusakan maka ia akan masuk surga? Apakah dengan menjadi seorang penyanyi yang gemar mengumbar kemolekan tubuh maka akan masuk surga? Atau skenario terburuk, apakah para thaghut pembuat hukum buatan dan orang-orang yang mendukungnya (menyembahnya) mengira bahwa mereka akan masuk surga???

Bukankah Allah SWT berfirman agar setiap kaum muslimin wajib berdo’a: “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Al Fathihah: 6)? Bukankah dengan demikian berarti kita meskipun telah memeluk Islam tetap harus meminta ditunjukkan kepada jalan yang lurus yang akan menghantarkan kita ke dalam surga? Bukankah yang demikian itu sebagai bukti ketawadhu-an dan kerendah-hatian kita untuk tetap takut tersesat meskipun kita telah berada di jalan yang haq?

Imam Ibnu Katsir (semoga Allah merahmati beliau) mengkomentari ayat tersebut: “…seorang hamba senantiasa membutuhkan Allah kapan saja dan bagaimanapun keadaannya agar diberikan keteguhan, kemantapan, penambahan, dan hidayah…” (Tafsir Ibnu Katsir 1/91). Kesimpulannya, meskipun telah beriman dan mengerjakan ibadah baik yang maghdu atau ghairu maghdu, senantiasalah sebagai mukmin untuk tetap takut dan memohon kepada Allah agar tetap dibimbing munuju jalan keselamatan.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya hati manusia itu berada di antara dua jari Ar Rahman. Dia membolak-bailkkannya sekehendak-Nya” (HR. At Tirmidzi dalam Al Kabair, hal. 326. Hasan Shahih). Makna hadist tersebut adalah bisa saja orang yang rajin ibadah di kemudian hari Allah mencondongkan dirinya ke arah kemaksiatan sehingga ia harus mengakhiri hidupnya sebagai ahli maksiat. Maka berlindunglah kepada Allah dari kematian seperti itu… dan benar-benar berlindunglah dengan jangan merasa yakin bahwa pasti akan masuk surga…

Apa sekarang???

Segala yang telah kutulis ini berasal dari nuraniku. Bukanlah aku merasa suci dan terjamin masuk surga. Sesungguhnya ini berupa tausyiah kepada diriku sendiri pada khususnya dan ditujukan kepada saudara-saudara setauhid pada umumnya agar mereka tak berkata: ‘Yakinilah Allah, maka jalani hidup bagai air mengalir dan  kau akan masuk surga’.

Terserah jalan mana yang akan kita pilih, sesungguhnya para pemberi peringatan telah ada di mana-mana berteriak agar manusia tak terjerumus ke dalam neraka, namun mereka sendirilah yang berpaling dan menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan. Jikalau mereka mau beriman, maka kelak mereka akan kembali kepada Allah dengan mendapat balasan yang setimpal atas apa yang mereka lakukan di dunia dulu. Jika pun mereka memilih jalan yang sesat, mereka pun nanti akan kembali kepada Allah dengan mendapat balasan yang setimpal atas apa yang pernah mereka lakukan di dunia. Sesungguhnya Allah tak membutuhkan manusia. Manusialah yang membutuhkan-Nya…

2 Responses

  1. Hmmmmmm mengatakan:

    Kamu berkata: Apakah dengan melalaikan ibadah seperti itu mereka akan masuk surga dan menikahi bidadarinya? Astaghfirullah…

    Saya: Apakah di surga masih ada kawin mengkawinkan?? apakah di surga masih ada gender??
    bukankah Allah itu Roh??

    Dan apakah masuk surga karena perbuatan kita?? bukankah perbuatan kita sepenuhnya berdosa?? jadi apa bisa perbuatan kita “menyogok” Tuhan Allah?

  2. Anda berkata:
    “Apakah di surga masih ada kawin mengkawinkan?? apakah di surga masih ada gender??”

    Kami jawab:
    Sebaiknya kau perhatikan nash-nash berikut ini…
    “Di dalam surga itu ada bidadari yang membatasi pandangan” (Ar Rahman: 56).
    “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik dan jelita” (Ar Rahman: 70).
    “…Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah” (Ath Thur: 20).
    “Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,laksana mutiara yang tersimpan baik” (Al Waqiah: 22-23).
    Dan simaklah hadist Rasulullah berikut:
    “Terdapat enam keutamaan bagi orang yang mati syahid: 1) Allah mengambpuninya dan dia melihat tempatnya di surga, 2) Selamat dari siksa kubur, 3) Selamat dari huru-hara kiamat, 4) Mendapat mahkota dari yakut merah yang nilainya lebih baik dari seisi dunia, 5) Akan DIKAWINKAN DENGAN 72 BIDADARI SURGA, 6) Dapat memberi syafaat kepada 70 anggota keluarganya” (HR. Ahmad, no. 16553).
    Maka demikianlah terjawab semua pertanyaanmu.

    Anda berkata: “jadi apa bisa perbuatan kita “menyogok” Tuhan Allah?”

    Kami jawab: Siapa yang berkata begitu??
    Bukankah engkau sendiri yang mengatakannya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: