Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Hujjah Tentang Taklid Kepada Imam Syafi’i (Mazhab Syafi’i)

Assalamu alaykum, Wr. Wb.

In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful

Pada artikel sebelumnya, telah sedikit kita singgung hujjah-hujjah mengapa para pengikut Abu Hanifa bertaklid kepada beliau. Sekiranya hal itu bisa kita sikapi dengan bijak bahwa tidak dibenarkan bertaklid buta terhadap seorang imam. Biar bagaimanapun, seorang ulama besar sekalipun tidaklah maksum, kecuali Rasulullah SAW seorang. Apabila pendapat seorang imam mendekati Al Quran dan Sunnah, maka bisa kita ambil faedahnya, sebaliknya apabila perkataannya tidak sesuai dengan syari’at, maka tidaklah mengapa jika ditolak. Inilah akidah ahlu sunnah wal jama’ah.

Sekedar untuk menambah ilmu bagi kaum muslimin semua, berikut adalah sebagian di antara hujjah yang digunakan dari mereka yang lebih memilih untuk bermazhab kepada Imam Syafi’i:

  1. Imam Malik bin Anas berkata memuji Imam Syafi’i: “Kamu harus menjadi seorang qadhi (hakim).” (Manaqib Li Asy Syafi’I, 1/103)
  2. Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Sebelumnya, ketetapan-ketetapan kami para ahli hadist bergantung di tangan para pengikut Abu Hanifah. Hal itu tidak tercabut dari tangan mereka hingga kami melihat Asy Syafi’i. Beliau adalah orang yang paling faham terhadap kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. Beliau tak pernah merasa cukup dalam mempelajari hadist.” (Hilyatul Auliya, 9/89)
  3. Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Asy Syafi’i bagaikan matahari untuk dunia ini dan bagaikan pelindung untuk manusia.” (Shifatush Shafwah, 2/464)
  4. Putra dari Imam Syafi’i mendatangi Imam Ahmad. Imam Ahmad gembira dan tersenyum, ia berkata:  “Sesungguhnya aku mencintaimu karena tiga hal; Karena engkau seorang laki-laki dari suku Quraisy, karena engkau adalah putra Asy Syafi’i, serta karena engkau seorang ahlu sunnah.” (Tawali At Ta’sis hal. 45 dan Manaqib Li Asy Syafi’i 1/77)
  5. Imam Ahmad berkata: “Belum pernah aku melihat orang yang lebih faham terhadap Kitabullah daripada orang Quraisy ini.” Al Bazzar bertanya: “Siapa dia?” Imam Ahmad berkata: “Muhammad bin Idris Asy Syafi’i.” (Hilyatul Auliya, 9/99)
  6. Amru bin Sawad berkata menyanjung Imam Syafi’i: “Demi Allah, keahlianmu dalam ilmu lebih hebat dari keahlianmu dalam memanah.” (Hilyatul Auliya, 9/77)
  7. Imam Al Muzani berkata: “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih pemurah dari Asy Syafi’i.” (Hilyatul Auliya, 9/130)
  8. Imam Al Muzani berkata: “Jika ada seseorang yang mampu mengeluarkan apa yang ada dalam hatiku dan apa yang dibayang-bayangkan perasaanku tentang perkara tauhid, tentu dia adalah Asy Syafi’i.” (Siyar A’lam Nubala, 10/32)
  9. Sufyan bin Uyainah berkata kepada Imam Syafi’i: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, tiada yang datang darimu kepada kami kecuali hal-hal yang kami suka.” (Manaqib Li Asy Syafi’i, 2/242)
  10. Sufyan bin Uyainah berkata: “Jika benar Muhammad bin Idris (Imam Syafi’i) telah meninggal dunia, maka orang paling utama pada masanya telah meninggal.”
  11. Bisyr Al Marisi berkata: “Aku melihat seorang laki-laki yang jika dia termasuk ke dalam golongan kalian, niscaya kalian tidak akan dikalahkan. JIka dia menjadi musuh kalian, maka kalian akan ketakutan. Waspadalah kalian dengan sungguh-sungguh. Dia adalah Muhammad bin Idris Asy Syafi’i.” (Manaqib Li Asy Syafi’i, 1/200)
  12. Bisyr Al Marisi berkata: “Aku melihat seorang laki-laki di Mekkah yang memiliki akal separuh penduduk dunia (maksudnya Imam Syafi’i).” (Hilyatul Auliya, 9/98)
  13. Amirul Mu’minin pada saat itu adalah Al Ma’mun, dia berkata kepada Imam Syafi’i: “Alangkah baiknya engkau hai Muhammad (maksudnya Muhammad bin Idris Asy Syafi’i)” (Manaqib Li Asy Syafi’i, 1/156)
  14. Amirul Mu’minin Harun Ar Rasyid berkata kepada Imam Asy Syafi’i: “Semoga Allah memperbanyak orang seperti engkau di tengah keluargaku.” (Manaqib Li Asy Syafi’i, 1/83)
  15. Ketika Imam Syafi’i bermimpi melihat seseorang datang lalu mengambil kitab beliau dan menyebarkannya di udara, Imam Syafi’I mendatangi ahli tafsir mimpi. Ahli tafsir tersebut berkata: “Jika mimpimu benar, maka tak ada satu pun negri di antara negri-negri Islam, melainkan akan dimasuki ilmumu.” (Manaqib Li Asy Syafi’I, 2/259)
  16. Ketika ibu dari Imam Syafi’i mengandungnya, ia bermimpi seolah-olah bintang Jupiter keluar dari liang peranakannya dan berhenti di Mesir. Lalu pecahan bintang itu jatuh di setiap negri. Seorang ahli tafsir mimpi berkata kepadanya: “Sesungguhnya akan keluar dari rahimmu seorang alim yang ilmunya khusus untuk penduduk Mesir, kemudian tersebar ke seluruh negri.” (Tarikh Baghdad, 2/59)
  17. Ar Raby bin Sulaiman berkata: “Aku pernah bermalam dan tidur di rumah Asy Syafi’i selama beberapa malam. Beliau tidak tidur di waktu malam kecuali sedikit sekali.” (Manaqib Li Asy Syafi’i, 2/157)

Maka sekianlah yang bisa kita ketahui dari hujjah mereka. Di luar itu, kemungkinn masih banyak lagi hujjah yang ada di luar sana yang tidak sempat dijabarkan di sini. Namun sekali lagi, hendaklah kita tetap berpegang teguh kepada tali Allah yang sangat kuat yaitu Al Quran dan Sunnah Nabi. Semoga kita dianugerahkan oleh Allah pemahaman dan ilmu yang bermanfaat tentang dienullah.

Wassalamu alaykum, Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: