Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Hai Pencuri, Takutlah Kepada Allah!!!

Allah SWT berfirman:

”Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri potonglah tangan keduanya sebagai pembalasan dari apa yang mereka perbuat dan sebagai siksa dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa Maha Bijaksana.” (Al Maidah 38)

Ibnu Syihab memberi penjelasan terhadap ayat di atas:

”Allah menjatuhkan hukuman potong tangan bagi siapa saja yang mencuri harta orang lain. Allah Maha Perkasa dalam menghukum si pencuri. Allah Maha Bijaksana dalam menetapkan kewajiban potong tangan tersebut.”

Aisyah berkata:

Seorang wanita dalam suku Makhzum pernah meminjam barang, namun ia mengingkarinya. Lalu Nabi SAW memerintahkan memotong tangannya. Keluaraga wanita itu mendatangi Usamah bin Zaid untuk memohonkan dispensasi kepada Nabi. Lalu Usamah membicarakan hal itu kepada Nabi. Mendengar hal, itu Nabi bersabda: ”Wahai Usamah, aku tidak ingin melihatmu memintakan dispensasi berkenaan hukum had yang telah ditetapkan Allah SWT.” Setelah itu Nabi berdiri dan berkhutbah: ”Sesungguhnya kebinasaan orang sebelum kalian dulu adalah membiarkan orang mulia yang mencuri tanpa dijatuhi hukuman. Sedangkan jika ada golongan lemah yang mencuri, maka ia dijatuhi hukuman potong tangan. Demi Allah, seandainya Fatimah mencuri, pasti kupotong tangannya.” Lalu tangan wanita Makhzum itu dipotong. (HR. Bukhari dan Muslim)

Abdurrahman bin Jarir berkata:

Kami bertanya kepada Fadhalah bin Ubaid tentang menggantungkan tangan pencuri di lehernya, adakah itu termasuk sunnah. Beliau menjawab: ”Seorang pencuri yang sudah dipotong tangannya dibawa menghadap Nabi SAW, kemudian beliau memerintahkan supaya tangan orang itu digantungkan di lehernya.” (Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Abu Dawud)

Imam Syafi’i berkata:

Barangsiapa terkena hukuman potong tanpa dibunuh, maka tangan kanannya dipotong lalu diobati sampai darahnya tidak mengalir lagi. Jika ia mengulangi perbuatannya dan mencuri lagi, maka kaki kirinya dipotong. Jika ia mengulangi lagi dan mencuri lagi lagi, maka tangan kirinya dipotong. Hal ini berdasarkan sabda Nabi: ”Jika seseorang mencuri, maka potong tangannya; dan jika mencuri lagi, potong kakinya; dan jika mencuri lagi, potong tangannya; kemudian jika mencuri lagi, potonglah kakinya.”

Abu Hurairah berkata; Rasulullah SAW bersabda:

”Allah melaknat seorang pencuri yang mencuri telur maka dipotong tangannya, kemudian dia mencuri tali lalu dipotong tangannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

**Perkataan Ibnu Syihab dan Imam Syafi’i di atas terdapat dalam kitab Al Kabair (Dosa Besar) karya Imam Adz Dzahabi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: