Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Telah Ada Contoh Yang Baik Dari Millah Ibrahim

Assalamu alaykum Wr. Wb.

In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful.

Allah SWT berfirman:

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah Millah Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik” (An Nahl: 123).

Sesungguhnya Allah memberitahukan kepada Muhammad SAW bahwa ia wajib mencontoh jalannya Nabi Ibrahim yang lurus karena beliau adalah orang yang berserah diri kepada Allah SWT dan tak pernah mempersekutukan Allah dengan suatu apapun sebagaimana yang diterangkan oleh ayat: “Ibrahim bukanlah Yahudi dan bukan seorang Nasrani, tetapi ia adalah seorang yang lurus, muslim dan tidak termasuk orang-orang musyrik” (Ali Imran: 67), dan juga: “Ibrahim adalah seorang imam, patuh kepada Allah dan hanif (lurus). Dan dia bukanlah termasuk orang-orang musyrik” (An Nahl: 120).

Contoh yang patut ditiru dari Ibrahim adalah sikapnya yang secara terang-terangan berlepas diri dari tindakan kemusyrikan, orang-orang musyrik itu sendiri, dan Tuhan-Tuhan palsu yang mereka sembah. Ayat yang menunjukkan hal itu adalah: “Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya ketika mereka berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari kekafiranmu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah: 4). Dapat diambil pelajaran dengan mudah berdasarkan ayat ini tatkala Ibrahim tidak mengakui adanya Tuhan selain Allah SWT dan diapun menyatakan permusuhan kepada orang yang menyembah Tuhan palsu maupun terhadap benda yang dipertuhankannya itu.

Sheikh Sulaiman bin Samhan berkata: “Inilah millah Ibrahim yang Allah maksudkan dalam firman-Nya yang berbunyi: Dan tidak ada yang membenci millah Ibrahim kecuali orang yang membodohi dirinya sendiri (Al Baqarah: 130). Maka orang muslim harus memusuhi musuh-musuh Allah, menampakkan permusuhan kepada mereka, menjauhkan diri dari mereka sejauh-jauhnya, dan tidak boleh berwala kepada mereka atau bergaul dengan mereka atau berbaur dengan mereka” (Ad Durar As Sanniyah, juz Jihad, hal.221).

Insha Allah dari sinilah istilah izharuddin bermula. Izharuddin berarti menampakkan dien Islam ini secara nyata (terang-terangan) dan benci kepada orang kafir sebagai sesuatu yang membedakan antara al-mukminun dan al-kafirun. Sheikh Hamad bin Atiq berkata: “Izharud din adalah mengkafirkan mereka, menghina agama mereka, mencela mereka, berlepas diri dari mereka, menjaga diri agar tak mengasihi mereka, dan agar tidak condong kepada mereka. Sekedar bisa melaksanakan shalat itu tak bisa disebut sebagai izharud din” (Ad Durar As Sanniyah, juz Jihad, hal. 196).

Abul Wafa bin Uqail menuturkan: “Ibadah kepada Allah yang paling utama adalah membenci orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya serta jihad terhadapnya dengan tangan, lidah dan hati sesuai kemampuan” (Ad Durar As Sanniyah, juz Jihad, hal. 238). Ibnu Qayyim berkata: “Ketika Allah melarang orang beriman untuk taat kepada orang kafir, hal itu mengandung konsekuensi untuk memusuhi dan berlepas diri kepada mereka serta menyatakan permusuhan pada setiap keadaan” (Badai’ul Fawaid, 3/69).

Ayat yang menerangkan sikap berlepas diri Ibrahim dari thaghut-thaghut adalah: “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya: Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah kecuali Allah yang menciptakanku. Karena sungguh Dia akan memberi petunjuk kepadaku” (Az Zukhruf: 26-27). Sepatutnyalah kita mencontoh sikap beliau sang kekasih Allah dalam berlepas diri (bara) dari segala macam thaghut; baik itu berbentuk berhala yang disembah maupun hukum yang tidak diridhai-Nya. Jalan yang telah ditempuh Ibrahim adalah dijamin sebagai jalan yang lurus oleh Allah dan tak mungkin berupa jalan yang sesat karena ada ayat yang menerangkan: “Katakanlah (Muhammad): Sesungguhnya Tuhanku telah memberi petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia tidak termasuk orang-orang musyrik” (Al An’am: 161).

Marilah kita tutup risalah singkat ini dengan merenungkan ayat: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas berserah diri kepada Allah sedang dia mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Allah telah memilih Ibrahim menjadi kekasih-Nya” (An Nisa: 125). Semoga Allah selalu menempatkan beliau dalam rahmat-Nya:  “Salam sejahtera bagi Ibrahim” (As Saffat: 109). Wassalam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: