Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Apa Itu Thaghut?

Assalamu alaykum, Wr. Wb.

Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah. Jika kita menyimak tentang kata ”thaghut”, maka tanggapan dari masyarakat awam akan didapat jawaban (kemungkinan) tidak tahu!!! Ya… dan kami tak bisa memaksakan mereka untuk memahaminya karena masalah ini terkesan terlalu dalam. Mereka hanya orang-orang yang menginginkan hidup tenang  dan tidak (atau belum) sampai hujjah tentang hal ini kepadanya.

Orang-orang muslim yang memiliki latar belakang pendidikan dari madrasah atau pesantren akan menjawab thaghut itu setan!!! Kali ini pun kami tak bisa menyalahkan mereka yang menjawab bahwa thaghut itu adalah setan. Kami katakan benar adanya, namun jawaban seperti ini terlalu sempit. Ini kami dapati dari pengalaman berdiskusi dengan seseorang yang memiliki background sekolah islam. Jika kita hanya membatasi definisi thaghut sebatas ”setan”, maka ini jawaban yang bertentangan dengan akidah dan kesepakatan para ulama pendahulu kita.

Simaklah baik-baik tentang apa itu thaghut!!!

Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab menyebutkan bahwa thaghut ada 5. Beliau tidak menyatakan sesuatu sebagai thaghut secara asal-asalan, namun karena memang ada landasannya dari nash-nash yang jelas. Maka thaghut adalah:

  1. Syetan yang menyeru agar beribadah kepada selain Allah SWT, dalilnya: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Yassin: 60)
  2. Penguasa yang merubah hukum Allah SWT, dalilnya: ”Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut.” (An Nisa: 60)
  3. Mereka yang berhukum selain dengan hukum Allah, dalilnya: ”Barangsiapa tidak memutuskan perkara dengan apa yang diturunkan Allah, mereka itulah orang-orang kafir.” (Al Maidah: 44)
  4. Mereka yang mengaku mengetahui perkara ghaib (dukun, paranormal), dalilnya: ”Allah mengetahui yang gaib, dan Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang yang gaib itu, kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya.” (Al Jinn: 26-27)
  5. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia ridha dengan hal itu, dalilnya: ”Barangsiapa di antara mereka mengatakan: ’Sesungguhnya aku adalah Tuhan selain Allah,’ maka orang itu Kami berikan balasan berupa Jahannam.” (Al Anbiya: 29)

(Majmua’tut Tauhid, hal. 260)

Maka bisa ditarik kesimpulan dari ijtihad Muh. Bin Abdul Wahhab bahwa thaghut adalah:

1. Iblis dan Setan (sesuai dengan nomor 1),

2. Penguasa yang membuat dan menjalankan hukum selain hukum islam, seperti hukum demokrasi, UUD 1945, dsb. (sesuai dengan nomor 2 dan 3),

3. Dukun/paranormal yang mengklaim mengetahui hal-hal yang bersifat gaib (sesuai dengan nomor 4), dan

4. Orang yang disembah selain Allah, seperti Fir’aun dan Namrud (sesuai dengan nomor 5).

Apakah hanya beliau seorang yang mengatakan bahwa thaghut itu bukan hanya setan? Marilah kita perhatikan apa yang dikatakan Ibnu Katsir:

“Mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu.” (An Nisa: 60)

Selanjutnya beliau (Ibnu Katsir) mengomentari ayat ini:

”Sesungguhnya ayat ini mencela siapa saja yang berpaling dari Kitabullah dan Sunnah lalu berhukum kepada selain keduanya yang berasal dari hukum batil. Inilah yang dimaksud makna thaghut disini. (Tafsir Al Quranul Azhim, 1/51)

Ibnu Katsir menyetujui ayat di atas dimana Allah menyebut “hukum thaghut”. Dengan demikian, bukan hanya Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab sajalah yang mengatakan bahwa ada kriteria thaghut hukum sebagai tambahan definisi thaghut yang maknanya sebatas “setan”.

Bagaimana dengan perkataan ulama yang lain? Marilah kita nukil perkataan mereka, adalah Ibnu Qayyim (rhm) mengatakan:

Thaghut adalah setiap kaum yang mereka berhukum kepadanya selain kepada Allah dan Rasul-Nya, atau yang diibadahi selain Allah.” (I’laamul Muwaqqi’in, 1/50)

Lagi-lagi perkataan Ibnu Qayyim selaras dengan perkataan baik itu Muh. Bin Abdul Wahhab maupun Ibnu Katsir bahwa thaghut bisa erat kaitannya dengan masalah hukum. Lantas apa yang dikatakan Syaikh Sulaiman Bin Salman An Najd tentang thaghut? Beliau berkata:

”Thaghut terdapat tiga jenis: thaghut hukum, thaghut ibadah, dan thaghut ketaatan. (Ad Durar As Saniyah, 8/282)

Benar!!! Perkataan beliau sangat jelas bahwa thaghut itu terbagi menjadi tiga klasifikasi dan perhatikan kata ”thaghut hukum”. Lebih spesifik lagi, Syaikh Muhammad Hamid Al Faqii juga berkata:

Undang-undang itu sendiri sudah merupakan thaghut, orang-orang yang membuat dan memberlakukannya adalah thaghut. (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal.287)

Dari fatwa beliau, lebih bisa ditekankan bahwa dalam hukum, undang-undang buatan manusia adalah thaghut. Bukankah bisa dengan jelas dipahami bahwa thaghut itu tidak melulu artinya ”setan”?

Para ulama terkini yang tergabung dalam dewan fatwa Al Lajnah Ad Daa’imah Lil Buhutsil Ilmiyah Wal Ifta Bis Su’udiyah manakala mereka menjawab makna thaghut dalam firman Allah dalam surat An Nisaa ayat 40; ” Mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada thaghut,…” Jawabannya adalah:

”Yang dimaksud dengan thaghut dalam ayat tersebut ialah segala sesuatu yang menyimpang dari kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya, kepada berhakim kepdanya, yaitu berupa peraturan dan undang-undang buatan manusia (hukum positif).” (Fatwa no. 8008)

 

Hai orang-orang yang beriman… kesimpulan yang bisa diambil dari kebanyakan fatwa ulama tentang thaghut adalah bahwa hal itu bukan hanya ”setan”, tapi juga hukum buatan manusia yang menggantikan eksistensi hukum Allah. Jika ada penguasa yang memberlakukan hukum selain hukum Allah, maka itulah penguasa kafir thaghut. Dan jika ada yang mengatakan bahwa penguasa thaghut yang menerapkan hukum selain hukum Allah adalah tidak kafir alias kufrun duuna kufrin, maka perhatikan fatwa Muhammad Bin Abdul Wahhab tentang thaghut nomor 1 (thaghut setan). Apakah iblis dan setan tidak kafir?

Jika ada pertanyaan apakah penguasa negri ini thaghut kafir, maka jawabannya insha Allah: ”Iya!!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Arsip

%d blogger menyukai ini: