Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Larangan Terhadap Musik dalam Kacamata Islam

the name of Allah, The Most Beneficent, The Most Merciful

Saudara-saudaraku seiman dan seagama. Di zaman yang modern ini, sudah menjadi rahasia umum jikalau kita mendapati begitu banyak kemaksiatan yg mana kemaksiatan tersebut bersifat terselubung dan tidak diketahui oleh saudara-saudara muslim kita. Hal ini kemungkinan disebabkan karena minimnya pengetahuan agama dalam diri umat muslim saat ini, atau juga dikarenakan sedikitnya para aktivis muslim maupun para da’i yang menjelaskan hal ini.

Salah satu kemaksiatan yang tidak disadari oleh kita yaitu tentang mendengar, memainkan dan menyanyikan lagu (musik). Jikalau kita melihat disekeliling kita, tentunya kita sering mendapati saudari-saudari kita yang mengenakan jilbab sehingga terlihat begitu santun dan anggun. Namun alangkah terkejutnya jika ternyata mereka menyukai musik, mendengarkannya dan menyanyikannya. Tentu saja sikap ini berseberangan dengan penampilannya selaku seorang muslimah. Mengapa bisa terjadi hal seperti itu? Kembali pada pernyataan di atas bahwasanya mereka tidak mengetahui hukum nyanyian/musik dalam islam atau mereka menganggapnya sebagai suatu hal yang mubah (boleh) berdasarkan dalil-dalil yang mereka pahami.

Artikel kali ini akan menjelaskan keharaman seni musik. Tentunya pembahasannya tidak mendasarkan kepada ra’yu semata, akan tetapi insya Allah merujuk kepada dalil-dalil yang bisa dipertanggung jawabkan. Silahkan dicermati.

Dalil Al Qur’an

((وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ))

”Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman 6)

Kata ”lahwal hadits” diatas diterjemahkan sebagai percakapan kosong menurut beberapa versi Al Qur’an dan sebagai kata-kata yang tidak berguna menurut Al Quran versi yang lain. Namun kedua-duanya mengandung pengertian yang serupa. Sekilas, kata ”percakapan kosong” tersebut mengindikasikan omongan atau pembicaraan yang tak bermanfaat, namun para sahabat dan tabi’in yang mulia -dan semoga Allah merahmati mereka- menafsirkan ayat tersebut sebagai musik dan nyanyian. Ini berdasarkan bermacam-macam kitab tafsir: Tafsir Ibnu Katsir 6/330, Tafsir Al Qurtubi 14/52, Tafsir at Tabari 20/127, dll.

Adapun dalam kitab Tafsir At Tabari, termuat di dalamnya perkataan para sahabat tentang tafsiran ayat ini.

Ibnu Mas’ud (Sahabat): “Nyanyian, demi Yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia” beliau sampai mengulangnya tiga kali

Ibnu ‘Abbas (Sahabat): “Nyanyian dan yang sejenisnya dan mendengarkannya”

Jabir (Sahabat):”Nyanyian dan mendengarkannya”

Mujahid (Tab’in):”Nyanyian dan semua permainan yang melalaikan” dalam kesempatan lain beliau mengatakan “Genderang (rebana)”

((وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ ….الخ ))

”Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau)…” (QS. Al Isra 64)

Kata ”suara” pada ayat yang agung di atas menunjukkan musik. Hal ini merujuk kepada kitab tafsir: Tafsir At Tabari 8/108, Adhwa’ul bayaan 3/230, Tafsir Al Qurtubi 10/288, dll. Maka perhatikanlah bagaimana Allah SWT telah menyindir dan memberi image negatif terhadap musik.

Dalil Hadist Nabi

Rasulullah SAW bersabda:

”Sungguh, akan ada orang di umat ini yang akan menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik…” (Bukhari, Abu Daud, Ibnu Hibban, Tabrani)

Abu Mu’awiyah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

”Allah mengutusku dengan petunjuk sebagai rahmat bagi manusia dan Dia memerintahkan aku untuk menghancurkan alat musik, berhala, salib dan benda-benda yang melalaikan” (Ahmad, Tabrani, hadist ini derajatnya hasan lighairi)

Anas bin Malik (ra) berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

”Dua suara dilaknat di dunia dan akhirat; musik pada saat bersuka cita dan ratapan pada saat musibah” (Bayhaqi)

Abdullah bin Amru mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

”Perumpamaan dari orang yang duduk di atas ranjang wanita penyanyi adalah seolah-olah dia ditelan ular hitam dari ular-ular hitam pada hari kiamat” (Tabrani)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengharamkan khamr, judi dan genderang” (Abu Daud, Ibnu Hibban)

Adapun hadist yang akan disebutkan di bawah ini memiliki beberapa kelemahan dalam sanadnya, namun matan hadistnya insha Allah menguatkan anggapan hadist-hadist di atas tentang ketidakbolehan nyanyian.

Ibnu Abbas berkata:

“Rasulullah SAW melarang enam hal: khamr, judi, musik, meniup terompet, menabuh drum dan gendang” (Tabrani)

Abu Umamah (ra) mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

“Tidak seorangpun yang bernyanyi melainkan Allah akan mengutus dua setan untuk duduk di bahunya dan menendangi dada orang itu dengan tumit mereka. Setan-setan tersebut akan berhenti menendang manakala orang itu berhenti bernyanyi” (Tabrani, Abu Ya’la)

Abu Umamah (ra) mengatalkan bahwa Rasulullah bersabda:

“Jangan menjual atau membeli wanita penyanyi dan jangan mengajarkan nyanyian kepada mereka. Tiada kebaikan dalam hal itu dan upah yang diterima adalah haram” (Tirmidzi)

Perkataan Sahabat dan Tabi’in

Abdullah bin Mas’ud (ra) berkata:

“Sesungguhnya musik menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan tanaman” (Bayhaqi, Ibnu bin Abi Dunya)

Abu Amir al Auza’I (rhm) berkata:

“Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Umar bin Walid: …dan alat musik adalah bid’ah dalam islam…” (An Nasa’i, sanadnya shahih)

Qatadah (rhm) berkata:

“Al Qurannya iblis adalah puisi, muadzinnya adalah alat musik, dan perangkapnya adalah wanita” (dalam kitab Fathul Bari)

Asy Syaukani (rhm) berkata:

“Mayoritas ulama berpendapat bahwa musik itu dilarang” (dalam kitab Aun al Mabood)

Pernyataan Empat Imam Mazhab

1. Mazhab Hanafi

Imam Abu Yusuf dan Imam Muhammad (sahabat Abu Hanifa rhm.) menyatakan bahwa seseorang tak bisa disalahkan jika ia menghancurkan alat musik. (dalam kitab Tabiin Al Haqaiq)

Imam Abu Yusuf berkata:

“Jika ada orang yg mendengar musik dari dalam rumah seseorang, dia bisa masuk kerumah itu tanpa permisi (untuk menghentikannya). Aku takkan menghentikan tindakan orang yang memenuhi kewajiban ini (dalam beramar ma’ruf)”(dalam kitab Al Bahr Ar Raiq)

2. Mazhab Maliki

Imam Malik (rhm) berkata sebagaimana desebut dalam kitab Al Mudawwanah:

“Aku membenci gendang dan alat musik baik pada acara pernikahan maupun saat kesempatan lain” (dalam kitab Manhal Jalil)

3. Mazhab Syafi’i

Imam Syafi’i (rhm) menyebutkan bahwa laki-laki yang pekerjaannya bernyanyi; dimana orang-orang memanggilnya, datang padanya, menyebutnya sebagai penyanyi dan ia telah dikenal orang banyak, ataupun wanita yang bernyanyi, maka kesaksiannya tak diterima. Orang yang bernyanyi biasanya dianggap bodoh tanpa moral dan etika. (dalam kitab As Sunan As Sughra).

4. Mazhab Hambali

Imam Ahmad (rhm) berkata:

”Aku tak menyukai musik karena ini menyebabkan tumbuhnya kemunafikan dalam hati” (dalam kitab Al Kafi Fiqh Al Hambali)

Pernyataan Para Ulama Khalaf dan Kontemporer

Ibnu Taimiyah (rhm) berkata:

”Nyanyian adalah sebuah cara untuk zina, ini berasal dari penyebab terbesar yang menuntun kepada tindakan tak beradab” (Majmu Fatawa)

Syaikh Asy Syanqithi (rhm) menetapkan:

”Nyanyian tanpa alat musik mutlak diharamkan” (Syarah Zaad Al Mustaqna)

Syaikh Bin Baz (rhm) berkata:

”Bahkan jika nyanyian dinyanyikan tanpa alat musik sekalipun tetaplah terlarang berdasarkan jumhur ulama” (Majmu Fatawa Wa Maqaalat Ibnu Baz)

Pernyataan ulama-ulama di Kuwait:

”Nyanyian itu diharamkan apabila berisi perkataan yang terlarang, …dan jika ini membuatmu lalai dari ibadah wajib maka tentulah itu haram” (Fataawaa Qutta al Iftaa bil Kuwait)

Maulana Zafar Ahmad Thanwi (rhm.) menetapkan bahwa musik itu mutlak diharamkan. (Imdaad Al Ahkam 4/375-376, Maktabah Darul Ulum Deoband)

Maulana Yusuf Ludhwani (rhm) berkata:

”Allah ta’ala telah menjadikan musik itu haram” (Aap ke Masail Aur Unka Hal, 7/338)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, pemaparan di atas adalah sedikit dari hujjah-hujjah yang bisa saya berikan. Tentulah kita semua bisa melihat dengan jelas haramnya status musik berdasarkan syariat. Begitu gamblang dan mudah dipahami tentang pelarangan musik dan nyanyian mulai dari ayat-ayat Allah yang indah, perkataan Nabi-Nya yang mengandung kebenaran, perkataan para sahabat dan tabi’in serta ulama-ulama/ahlul ilmi yang semoga Allah memuliakan mereka. Lantas apa yang menyebabkan saudara-saudara muslim kita masih menganggap halal hal tersebut? Bukankah kebenaran telah terkuak?

Andaikata penjabaran di atas bisa memberikan keterangan dan menambah ilmu bagi siapapun yang membacanya, maka semoga Allah melimpahkan pahalanya kepadaku. Namun seandainya yang telah saya tulis diatas justru mengandung kesalahan, maka itu datangnya dari diriku sendiri sebagai hamba yang teramat lemah lagi mudah diperbudak hawa nafsu, maka semoga Allah mengampuniku.

Saudara-saudaraku sekalian, janganlah kalian menelan mentah-mentah hasil penulisanku di atas, tetaplah bertabayun dan terus mencari kebenaran. Karena bisa jadi artikel ini mengandung kekeliruan. Allah SWT pun telah berfirman, ”Hai orang-orang yang beriman, apabila datang orang fasik kepadamu membawa kabar, maka telitilah” (Al Hujurat 6), dan bukankah Abu Amir Al Auza’i (rhm) berkata: ”Berhati-hatilah kamu dari pendapat (perkataan) manusia walaupun mereka memperindah kata-katanya untukmu”. Maka saya sendiripun mungkin saja tergolong hamba-Nya yang fasik yang harus diwaspadai setiap perkataannya, namun semoga Allah memberiku kemudahan untuk semakin memperbaiki diriku menjadi muslim yang ingin mendapat ridha-Nya agar tergolong sebagai penghuni surga.

Mayoritas sumber rujukan di atas dinukil dari www.al-in’aam.com dan noorakhmad.blogspot.com semoga Allah membalas kebaikan kepada mereka yang mengelola website-website tersebut untuk tujuan dakwah.

The article above was written for our beloved muslimin and muslimah on earth surface.

May Allah make us easy to gain knowledge based on two reliable sources which are Al Quran and As Sunnah through manhaj Salafus Shalih.

May Allah unify and strengthen us from separation and fitnah.

May Allah endow triumph to all mujahideen especially and all muslim-mukmin generally.

Allah ta’ala knows best

Wassalamu’alaykum Wr. Wb

22 Responses

  1. eyesight mengatakan:

    I quote it from ur writing
    “Jikalau kita melihat disekeliling kita, tentunya kita sering mendapati saudari-saudari kita yang mengenakan jilbab sehingga terlihat begitu santun dan anggun. Namun alangkah terkejutnya jika ternyata mereka menyukai musik, mendengarkannya dan menyanyikannya. Tentu saja sikap ini berseberangan dengan penampilannya selaku seorang muslimah”.

    come on Dr. beny,,,,, its not only woman who likes it,,,, hik hik hik

  2. Ilham mengatakan:

    Ass.. Klu masalah lagu perjuangan sama lagu asmaul husna., i2 bgmn…?? Apakah itu juga haram…??

  3. Wassalamu alaykum, Wr. Wb…

    Pada dasarnya hukum bermusik adalah haram. Mengenai statusnya dalam lagu perjuangan dan asma’ul husna, kami belum mendapati nash yang membolehkan ttg itu. Jikalau antum telah mendapatinya, hendaklah menyampaikannya kepada kami sebagai bahan pertimbangan.

    Kami ucapkan semoga Allah menambah ilmu antum dan menjadikannya bermanfaat bagi kaum muslimin.

  4. rika mengatakan:

    ini pandangan kolot yg membuat islam menjadi jumud, sorry to say … pandangan2 ulama jumhur maupun pilihan2 penulis atas hadits2 tertentu yang tidak lagi sesuai dgn jaman ini layak ditinggalkan, setidaknya pandangan ini harus diperjelas dgn konteks jaman munculnya hadits ini.

    melarang musik sama sekali itu sama saja dengan mengkerdilkan kreativitas, memasung pikiran, dan sejenisnya. allah selalu memerintahkan kita agar menggunakan akal/nalar dalam memahami tanda2 kekuasaannya, nada dan musik itu adalah tanda2 kekuasaannya.

    musik itu ibarat pisau, bisa berguna sekali tapi juga bisa berbahaya, jika menggunakannya tidak dilandasi dgn iman/kebijakan. pisau digunakan untuk mengiris daging atau buah, tapi pisau bisa juga digunakan untuk menusuk perut orang sehingga mati. apakah dgn demikian pisau tadi haram? tentu jawabnya tidak. jika ulama2 jaman dulu boleh bermain logika dan berargumen thd suatu aturan, kenapa kita dilarang? mereka bisa kok kita gak boleh, emang mereka itu siapa? hehehe. itu namanya ijtihad, bener dapat pahala, salah gak dosa.

    ingat, musik itu bisa menyembuhkan, bisa menenangkan pikiran, dll. ya, ada suara di sebelah sana bhw kalo mau menenangkan pikiran kenapa tidak mengaji qur’an saja, misalnya? kepekaan orang berbeda2. saya lebih suka mendengar musik klasik drpd ndengar orang mbaca qur’an tapi mbacanya kebut2an kayak sopir kejar setoran.

    tilawah qur’an itu pada dasarnya ‘melagukan’ ayat2 suci, supaya enak didengar. lha kalo mbaca qur’an kayak sopir kejar setoran, apa enaknya didengar? ini kritik saya thd ritual baca qur’an di bulan ramadhan di masjid2 di kampung yg tidak tahu diri: pake speaker, baca di tengah malam pas lagi org pada istiratah, kebut2an baca, kalo diingetin malah galakan dia, dst.

    islam ndak kayak begini. yg ngelarang2 musik, wanita bekerja di luar rumah, wanita sekolah, kudu miara jenggot, dsb … itu cuma taliban atau model negara2 otoriter lainnya! mau niru taliban ya? lebay ah!

    ini ada alamat utk balancing:

    http://blog.re.or.id/bolehkah-saya-bernasyid-dengan-diiringi-musik.htm

    • Muhammad Fathur Rahman mengatakan:

      Assalamu’alaikum wr.wb.

      kalau antum mau berkomentar, harusnya dipikirkan dulu….

      kalau antum berbicara “….hadits2 tertentu yang tidak lagi sesuai dgn jaman ini layak ditinggalkan”, sama saja antum seperti pemikiran zaman modern sekarang, yaitu MENGHALALKAN SEGALA URUSAN (karena menentang hadist nabi dengan seenaknya saja)

      lantas apakah antum tetap meninggalkan dan menentang hadist dari Rasulullah SAW tersebut ?
      Mengapa antum punya prinsip sendiri ?
      Apakah antum tidak percaya adanya ALLAH SWT ?

      Wassalam..

  5. Hei bahlul…
    Sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang musik dan begitupula dengan mayoritas ulama. Lantas apakah engkau mau menyelisihi nabimu dengan beranggapan bahwa musik itu halal?

    Kau berkata: “allah selalu memerintahkan kita agar menggunakan akal/nalar dalam memahami tanda2 kekuasaannya, nada dan musik itu adalah tanda2 kekuasaannya.”

    Saya jawab:
    Kami setuju, namun bukan berarti akalmu itu lantas bisa menghalalkan apa yang diharamkan Allah.
    Sesungguhnya apa yang diharamkan Allah maka kita semestinya terima sami’na wa atha’na.

    Kau berkata: “pandangan2 ulama jumhur maupun pilihan2 penulis atas hadits2 tertentu yang tidak lagi sesuai dgn jaman ini layak ditinggalkan”

    Saya jawab: “sesungguhnya syari’at Nabi Muhammad itu berlaku sepanjang masa selama tidak ada nash yang menasakhnya, maka tidak bisa engkau mengatakan ada dalil yang tidak sesuai dengan kondisi jaman”

    Kau berkata: “tilawah qur’an itu pada dasarnya ‘melagukan’ ayat2 suci, supaya enak didengar. lha kalo mbaca qur’an kayak sopir kejar setoran, apa enaknya didengar?”

    Saya jawab: “Mengenai melagukan Al Quran, itu sudah menjadi perintah Nabi SAW, namun tidak sama dengan masalah lagu, nada, dan nyanyian”

    Kau berkata: “jika ulama2 jaman dulu boleh bermain logika dan berargumen thd suatu aturan, kenapa kita dilarang? mereka bisa kok kita gak boleh, emang mereka itu siapa?”

    Saya jawab: “Mereka adalah para ulama yang tsiqaah yan sudah diketahui kapasitas keilmuannya, sementara kau yang munafik lagi jahil itu takkan bisa mana bisa berijtihad”

    Saranku, duduklah yang tenang dan pelajari kembali kitab-kitab para ulama pendahulu dan pelajari kembali apa itu Dienullah, sunnah Nabi-Nya.

    Wassalam…

  6. Abu Aisyah mengatakan:

    Bismillah… bagaimana hukum shalawat yg dinyanyikan yg biasa digunakan “saudara2″ qt? klo ana berpendapat bahwa mereka mengikuti kaum nasrani dgn memuji dgn menggunakan nyanyian dan brarti mreka termasuk dari ‘kaum mereka”.. jazakhoir.

  7. Kami sependapat…
    Memang dahulu Nabi pernah memberi kelonggaran dengan adanya nyanyian di pernikahan dan pada hari raya.
    Namun itu tak bisa dijadikan alasan untuk membolehkan musik seperti apa yang dilakukan kebanyakan da’i sekarang ini. Wassalam…

  8. cinthya mengatakan:

    assalamualaikum, annyeonghasseyo..
    hmm, mw tnya, jd klo msalnya ad acara dakwah atw ceramah d tv kn ada scoringnya tuh, yg klo pas acrnya mulai sm selesai, kan ada musik2 jeng jeng2 gtu2 nya tuh,, nah, itu jgaga blh? jd acr gt jd haram gt krn ad musiknya? atw masa tiba2 acaranya muncul, trus lngsung crmh, trus.lngsung abis? siapa yg mw ntn klo kyk gt? hehe,, trus2,, klo film yg pesan agama islm nya kuat, kyk KCB sm AAC , ga blh pke.soundtrack gt? pke soundtrack jd haram? hmm, aku jga pernah baca klo foto,video atau rekaman yg ada gbr manusianya itu haram, , hmm,, jujur menurut aku itu rada2 “dzzzzzzzzz” klo gt om bikin blog ini trus ada.fotonya haram.donk? hehe,,klo menurut aku asal kta ga lupa kwjbn,kta sbgai muslim, itu sih ok2 aj!
    mohon pnjelasannya, aku cm anak kecil, masih sekolah, ulangan sering.remedial, tugas sering.dikembaliin krn salah mulu! hehehe, in short term, im so far from something called smart , aku juga hamba Allah yang suka nonton korea! choneun cinthya imnida, annyeonghasseo, assalamualaikum,,hihihi

  9. Untuk saudari Cynthia…

    Hukum dasar bermusik memang haram, maka setiap bentuk ceramah atau pengajian yang terdapat musik di dalamnya adalah salah. Namun kami tak mengatakan bahwa ceramah tersenut adalah ceramah yang sesat… sama sekali tidak. Insya Allah isi materi ceramahnya adalah benar, akan tetapi yang keliru adalah dengan adanya penempatan musik didalamnya.

    Alangkah baiknya jika bentuk ceramah di awali dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an sebagai pengganti musik sebagai opening title.

    mengenai haramnya gambar dan foto, memang ada larangan menggambar bentuk makhluk hidup, adapun yang kami lakukan disini bukan menggambar, melainkan hanya menempatkan foto ulama atau gambar yang sebisa mungkin menghindari bentuk makhluk hidup.

    Perlu anti ketahui juga bahwasanya kami tidak menganjurkan agar gambar-gambar yang ada diblog ini agar di pajang. Setiap gambar yang terdapat pada artikel tertentu, sebaiknya ditutup kembali ketika keperluan sudah selesai.
    Sekian….

  10. faisal kp mengatakan:

    assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
    saya mau tanya,apa yg harus saya lakukan,kalau saya sdh terlanjur jatuh cinta dengan musik.dan bagaiman cara utk tetap gaul tanpa musik?

  11. Moch Abdurroofi' mengatakan:

    subhanallah….
    tyata bny jg yaa mrka yg mpertahankan ego nya….
    dr pd mghargai ucapan2/ pndapat2 para ulama trdahulu…

    subhanallah….
    knp yaa mrka msh ngaku beriman,
    pdhal org2 briman itu klo dibacakan ayat2 Allah, terenyuh hatinya…
    atau minimal jika itu adalah prkataan para Ulama, mrka mau memikirkan ttg mashlahatnya dr pada egonya…
    dan hatinya akan merenunginya tnp hrs mnolak pendapat tsb scr mentah2…

    atauuu itukah yg mereka sebut dirinya intelek…

  12. Yosh Smarty mengatakan:

    Musik itu sangat-sangat halal kok. Tergantung pemaknaanmu terhadap musik itu seperti apa. Kalau diniatkan untuk maksiat (seperti dugem sampai menghilangkan kesadaran) pastinya haram..

    Tapi kalau untuk memberikan pelajaran ke orang banyak (seperti lagunya Michael Jackson – heal the world), Atau seperti wali songo dengan gamelannya.. do you think it is haram???

    banyak loh lirik lagu yg bukan sekedar “percakapan kosong” seperti yg dimaksud pada Q.S. Luqman 6

    hehe.. please be open. Islam is not that super tiny, guys ^___^

  13. ramdhan mengatakan:

    musik merupakan salah satu wadah dalam ekspresi natural manusia, baik mendengarkan atau memainkan, sama halnya dengan seseorang menulis atau menggambar..saya masih bingung mengapa musik haram??????tolong beri alasan bagaimana asbabununuzul hadist tersebut..

  14. Untuk Ysh Smarty, sudahkah engkau membaca tulisan di atas dengan seksama???

    Manakala Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan suatu hal, maka tidaklah diperbolehkan bagi umat-Nya untuk membantah apalagi menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah.

    Maka, tidaklah boleh bagi kita mengatakan bahwa musik itu halal setelah Allah mengharamkannya. Tidaklah boleh demikian!!! Apalagi kalau alasannya hanya sekedar “tergantung pemaknaanmu terhadap musik itu seperti apa” sebagaimana yang telah engkau katakan di atas.

    Apa yang menurut manusia benar belum tentu dibenarkan dalam agama.

    Apabila kau sudah mengetahui haramnya staus bermusik, maka tidak bisa engaku berusaha untuk berbuat kebaikan dengan hal yang telah diharamkan Allah, tidak seperti perkataanmu yg berbunyi: “Tapi kalau untuk memberikan pelajaran ke orang banyak (seperti lagunya Michael Jackson – heal the world), Atau seperti wali songo dengan gamelannya.. do you think it is haram???”

    Jawabannya: Ya, itu haram meskipun musik dibuat untuk tujuan kebaikan.

    Contoh penganalogian:
    Menipu itu haram. Maka tidak boleh seseorang melakukan kebaikan dengan cara menipu orang lain.
    Begitu pula musik itu haram, maka tidak boleh melakukan kebaikan dengan cara bermusik.

    Kami harap engkau mau meluangkan waktu dan membaca artikel di atas dengan cermat.

    Terakhir, kami mengutip perkataanmu: “Islam is not that super tiny, guys ^___^”

    Siapa bilang islam itu tiny??? Bukankah engkau sendiri yang mengatakan itu???
    Lantas apa yang kau maksud dengan islam itu tiny???

    Untuk siapa saja yang mau berkomentar di blog ini, mohon dibaca terlebih dahulu keseluruhan artikelnya agar jangan berbicara dengan nada kosong dan kritikan-kritikan yang tidak perlu!!!!

  15. Saudara Ramdhan…

    Anda mengatakan:
    “saya masih bingung mengapa musik haram??????”

    Sesungguhnya jawabannya telah ada pada artikel dia atas, dan semoga engkau mendapat jawabannya apabila kau membacanya secara keseluruhan.

    Ini adalah perkara syari’at…
    Apabila Allah telah mengahramkan suatu hal, maka kita wajib tunduk kepada apa yang telah Allah syari’atkan tersebut.

    Apabila Allah telah mengharamkan musik, maka kita tidak boleh mengubah status haramnya menjadi halal.
    Sama halnya apabila Allah telah menetapkan bahwa shalat itu sehari lima waktu, kita tidak boleh menggantinya dengan mengatakan shalat itu cukup tiga waktu saja.

    Kepada semua pengunjung blog ini, kami memohon maaf apabila jawaban-jawaban kami terkesan tegas dan keras.
    Semoga Allah memberi kepahaman kepada kita semua ttg Dienullah ini.

  16. rully mengatakan:

    assalamualaikum..
    sahabat2 semua.. mari kita mengukur diri kita, dan melihat dengan mata,pendengaran,dan pikiran kita secara jernih,dan tanpa menilai secara subjektif..
    ada beberapa hal yang membuat musik bisa di katakan haram. yang jelas manfaat yang kita dapet tidak sebanding dengan ketidak manfaatannya..
    dari manfaatnya yang paling sering di bilang yaitu untuk ngebuat tenang pikiran,, selain itu ada untuk motivasi,, ada juga untuk mengisi luang waktu.. ada juga membangun hobi..dan lain..
    coba kita bandingkan dengan ketidak manfaatannya di lihat kamu semua seorang yang ber iman..
    disini ada ketentuan khusus yaitu kamu orang beriman bukan hanya orang Islam..
    musik yang pertama kali tanpa di sadari udah ngebuat pendengarnya “terhipnotis”..dalam artian kata mereka akan lupa dengan segalanya untuk menikmati lagunya..hal ini membuat kita membuang-buang waktu dan hal itu sangat tidak di anjurkan bagi orang2 beriman..
    yang kedua..yaitu motivasi, motivasi dari musik lebih mudah di kenai di bandingkan dengan motiavasi dari Alqur’an atawpun hadis..ataw biographi manusia teladan sang “inspirator” Muhammad SAW. klo itu jadi alesannya,, coba ukur lagi keimanan kalian semua..
    apakah Al-Qur,an wahyu yang turun dari Tuhan pencipta kita kalah dalam memotivasi kita di banding lagu yang hanya beberapa baris kata dan ciptaan manusia yang tidak sempurna dan karena musiknya yang katanya indah??
    dan yang ketiga.. hoby yang menjadi alasan.. dimana letaknya hoby dalam ajaran islam..Hoby cenderung menggilai.. sehingga sering lupa dengan hal2 yang semestinya lebih wajib di lakukan di bandingkan hanya menuntut hasrat hobi..padahal masih banyak hal2 yang bermanfaat yang bisa dilakukan untuk diri kawan2 daripada membuang2 waktu antum yang begitu berharga. mari kita berfikir secara jernih,, dan jangn ditutupi sedikit pun untuk melihat kebenaran yang di barikan oleh Allah..
    open your mind..sob..!!!
    wasalam

  17. Jazakallah Rully.

    Semoga Allah ta’ala senantiasa menjadikan ilmumu bermanfaat bagi kaum muslimin….

  18. Abdurrahman mengatakan:

    Zaman sudah edan,orang-orang pun sudah gila.Seharusnya manusia yg mengikut Al-Qur’an dan Hadits,bukan Al-qur’an&Hadist yg di dusuruh ngikut manusia.zaman boleh berobah,tapi zaman harus berpegang dgn qur’an&hadist,bukan qur’an yg di suruh mengikuti zaman.spa yg mau berijtihad???
    Tau ga apa syarat untk berijtihaj?
    Hafiz qur’an ga?udh hafal berapa ratus ribu hadist?
    Org gila klu ada di zaman sekarang yg mau berijtihad

  19. Syukran untuk saudara Abdurrahman.

  20. Abdurrahman mengatakan:

    Afwan akhy fillah..
    Rasanya tidak ada gunanya kita berdebat&menjelaskan dengan dalil,baik dalil dari Al-qur’an,hadits&pendapat dari para ulama,orang-orang yg bersifat ananiyah(ego),tetap tidak akan menerima penjelasan dari kita,jangankan penyampaian dari kita yang dha’if ini,Al-qur’an&hadits Rasul saja di tentang.

    Ikhwah fillah..!
    Islam bukan di fahami dengan logika,tapi Islam harus di fahami dengan ke imanan.seorang yang mengaku beriman,wajib percaya&yakin dengan Al-qur’an&hadits.orang yang tidak bisa menerima dalil dari Al-qur’an,Hadits Rasul&perkataan dari Ulama,dia adalah orang yang pintu hatinya sudah ditutup Allah dari kebaikan.Na’utzu billaah..tsumma na’utzu billaah min tzalik…

  21. Mudah-mudahan akhi Abdurrahman ini senantiasa dirahmati Allah SWT dan ilmunya bermanfaat bagi kaum muslimin pada umumnya!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Halaman

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: