Welcome to Alislamarrahman

Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Apa Komentar Mereka Tentang Ustad Luqman Bin Muhammad Ba’abduh?

Ustad Luqman bin Muhammad Ba’abduh adalah seorang ustad kalangan “salafi” (maaf, kami beri tanda kutip untuk membedakan antara makna salafi yang hakiki dengan kelompok yang mengaku-ngaku salafi). Beliau adalah murid dari Sheikh Muqbil bin Hadi Al Wa’di di Yaman. Ustad Luqman ini adalah da’i yang banyak memberi ceramah maupun kajian yang di antaranya direkam dalam bentuk VCD atau mp3 seperti; “Nasehat Keimanan”, “Hindari Riya”, “Sebab-Sebab Kemaksiatan”, dll. Buku-buku yang ia tulis pun beragam seperti: “Membongkar Kesesatan Hizbut Tahrir”, “Sikap Yang Benar Terhadap Ahli Bid’ah”, dan “Mereka Adalah Teroris.”

Buku “Mereka Adalah Teroris” ini terbit pada bulan Oktober tahun 2005. Lahirnya buku ini sebagai bantahan terhadap buku “Aku Melawan Teroris” tulisan Imam Samudra. Di sini tidak akan dibahas tentang isi buku tersebut, namun secara garis besar, buku tersebut mengandung banyak kata-kata yang terkesan tidak sopan dan banyak tuduhan-tuduhan kepada umat muslim seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jama’ah Islamiyah dan lain-lain. Maka berikut ini kami nukil komentar dari mereka yang tidak menyetujui sikap Ustad Luqman Ba’abduh tersebut baik komentar itu ada hubungannya dengan buku “Mereka Adalah Teroris” atau tidak. Inilah tanggapan mereka:

1. Imam Samudera:

“Semula, ketika saya membaca sekilas buku Mereka Adalah Teroris (MAT) karangan Luqman Ba’abduh, dari gaya bahasanya dan isinya terkesan bahwa penulis buku tersebut adalah seorang yang emosional lagi bodoh. Tetapi saya berpendirian tidak boleh berburuk sangka kepada penulis buku tersebut. Maka akhirnya sayapun membaca halaman demi halamannya…

Subhanallah…, ternyata saya telah salah sangka. Begitu saya baca berulang-ulang, ternyata penulis MAT bukanlah orang bodoh, tapi justru BODOH MUROKKAB (JAHIL MUROKKAB).” (sumber: Sekuntum Rosela Pelipur Lara, hal. 43)

2. Ustad Abu Abdirrahman At Thalibi:

“Seperti kejadian terbaru dengan munculnya buku “Mereka Adalah Teroris” karya dari mereka yang bernama Luqman bin Muhammad Ba’abduh. Maksudnya sih ingin mengcounter buku Imam Samudera “Aku Melawan Teroris,” namun yang dihantam bukan hanya Imam Samudera, tetapi semua kelompok harako dihantam pula, dan disudutkan sebagai neo-khawarij. Seolah-olah yang lain sesat dan batil dan yang Ahlu Sunnah dan benar adalah kelompoknya saja.” (sumber: Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak; Meluruskan Sikap Keras Dai Salafi, hal. 3, cetakan pertama)

3. Ustad Ali Ghufron (Mukhlas):

“…Penulis kitab ini (Mereka Adalah Teroris), orangnya adalah suka mensomasi, suka mencela orang, melecehkan para ulama, sembrono. Sembrononya keterlaluan…

…Sheikh Abdullah Azzam dituduh oleh beliau (Luqman Ba’abduh) sebagai seorang khawarij dan ditentukan sebagai anjing-anjing neraka…” (sumber: http://www.youtube.com/watch?v=DvScHACPGZM)

4. Abduh Zulfidar Akaha:

“Buku Al Ustadz Luqman tersebut (Mereka Adalah Teroris), isinya banyak sekali yang berupa tuduhan tidak berdasar, ketidak benaran, dan pembeberan kesalahan para ulama yang terkesan dicari-cari dan tendensius. Belum lagi, kata-kata yang dipergunakan pun cenderung kasar dan tidak santun. Sama sekali tidak mencerminkan akhlaq seorang muslim yang mengaku mengikuti jejak para ulama salafush shalih.” (sumber: Siapa Teroris? Siapa Khawarij?, hal. xvii)

5. Ustad Ismail Yusanto:

“Setelah membaca majalah As Syariah no. 16/II/1426 H/2005, yang diterbitkan oleh Oase Media, khususnya dua artikel yang ditulis oleh saudara Ruwaifi bin Sulaimi dan Abu Abdillah Luqman Ba’abduh, masing-masing dengan judul: Kelompok Hizbut Tahrir dan Khilafah, Sorotan Ilmiah Tentang Selubung Sesat Suatu Gerakan, dan Cara-cara Batil Menegakkan Daulah Islamiyah, terkesan sangat provokatif dan maaf banyak diwarnai kebohongan yang sungguh sangat menyesatkan. Karena itu kami berkewajiban untuk membantah sejumlah kebohongan yang menyesatkan tentang Hizbut Tahris dalam kedua tulisan tersebut.” (sumber: http://www.hayatulislam.net/weblog.php)

6. Abu Salma Al Atsari:

“…saya kurang mengapresiasi ustadz Luqman Ba’abduh yang enggan diajak berdiskusi secara langsung oleh ustadz ‘Abduh. Seharusnya seorang salafy yang ilmiah, dia siap untuk diajak berdiskusi secara ilmiah dan terbuka secara langsung, sebagaimana guru kami, al-Ustadz ‘Abdul Hakim ‘Abdat dan Ustadz Abu Qotadah hafizhahumâllâhu, yang siap dan bersedia diajak diskusi secara langsung, ketika beliau berdua diundang oleh PERSIS Jabar.” (sumber: http://ihwansalafy.wordpress.com/2008/03/11)

Nukilan-nukilan tersebut di atas adalah sebagian contoh dari opini mereka tentang ustad Luqman Bin Muhammad Ba’abduh. Mungkin masih ada lagi di luar sana yang tidak kita ketahui. Akan tetapi pada intinya, ke-enam komentar di atas memiliki kesamaan bahwa mereka tidak atau kurang menyetujui sikap ustad Luqman Ba’abduh. Insha Allah kaum muslimin yang hatinya bersih dari taklid buta kepada sheikh-sheikh atau ustad-ustad tertentu bisa membedakan dengan hati nurani yang suci bahwa perangai beliau adalah kurang baik dalam berbantah-bantahan kepada saudara muslimnya yang tidak sependapat. Maka bisa diambil kesimpulan bahwa di satu sisi ustad Luqman Ba’abduh mengikuti manhaj salafush shalih, namun di lain sisi ia tidak mencerminkan manhaj seorang salafi.

Semoga dengan adanya artikel ini bisa memberi pelajaran berharga kepada kita semua untuk bisa bersikap lebih baik dalam menghadapi perbedaan terhadap saudara-saudara muslim kita, selama perbedaan itu tidak terletak pada dasar agama yang paling urgent yakni tauhid.

10 Responses

  1. umarhadid mengatakan:

    kalau mau lebih mantab , ditambahi komentar dari para guru Luqman ba’abduh sendiri, seperti syaikh Yahya al Hajuri, dan masyaikh di Darul Hadist Dammaj, yang mentahdzir Luqman Baabduh habis-habisan…bisa dilihat di http://www.aloloom.net

  2. Wah.. wah… jazakallah akhi atas partisipasi antum

  3. abdurrohman mengatakan:

    “MAKA HENDAKLAH BERHATI-HATI
    BAGI ORANG-ORANG MENYELISHI DARI PERINTAH/TUNTUNAN RASUL.. DAN MENGAMBIL/MENGIKUTI SELAIN JALANNYA OARANG-ORANG YANG BERIMAN
    AKAN DITIMPA FITNAH
    ATAU ADZAB YANG SANGAT PEDIH”

  4. Jazakallah atas comment antum, namun alangkah lebih baik jika ditambahi dengan kata-kata:

    “MAKA HENDAKLAH BERHATI-HATI
    BAGI ORANG-ORANG MENYELISHI DARI PERINTAH/TUNTUNAN RASUL.. DAN MENGAMBIL/MENGIKUTI SELAIN JALANNYA OARANG-ORANG YANG BERIMAN -DAN BERTAKLID KEPADA SYAIKH-SYAIKHNYA MESKIPUN ITU DALAM HAL YANG BATIL-
    AKAN DITIMPA FITNAH
    ATAU ADZAB YANG SANGAT PEDIH”

  5. Moh amien mengatakan:

    Masyaallah…? Jangan smpai, antm menjadi pembuka pintu fitna akh.., antm tdk bs lebih adil, untk brsikap trhadap seorng mulim.. Komentar2 di atas, itu koreksi untuk dri antm barakaallahufik

  6. Komentar antum inipun sebaiknya ditujukan kepada Ustad Luqman Ba’abduh yang mana di dalam bukunya (Mereka Adalah Teroris) tidak bisa bersikap adil terhadap saudara2 muslim yang berbeda pemahaman.
    Mudah2an antum telah membaca bukunya dan melihat seberapa kasarnya dia mencela para ulama.

  7. abu najla mengatakan:

    buat antm2 yg comment miring atas ustad luqman ba’abduh ana anjurkan untuk lebih byk lg belajar islam yg shahih,bagaimana cara ahlusunnah men-tahdzir,membuka aib2 para syaikh dan da’i2 sesat,admin:seolah2 mediator tp sebetulnya antm telah terjatuh kepada dosa menggibah krn tdk menampakan yang haq (tidak tahu,tidak faham atau…) ttg permasalahan diatas,hrs nya antm tahu bhw sikap keras kadang memang diperlukan agar umat tahu mana yg haq dan mana yg bathil

  8. Saya setuju, sikap keras memang terkadang diperlukan dalam suatu hal.
    Namun jika antum telah membaca buku-buku bantahan atas buku Luqman Ba’abduh, tentu antum akan mendapati betapa banyak kekeliruan dan ketergelinciran dia.
    Dan kami harap antum adalah orang yang mau bertabayun dan mudah-mudahan pula antum bukan termasuk dari golongan pentaklid.

  9. budhi mengatakan:

    bersikap adil itu lebih baik…memang ada beberapa pernyataan ustd luqman dalam buku itu yang menadapat teguran dan kritik tapi insyaAllah ada juga kebenaran didalamnya krn tujuan buku itu ditulis untuk menasehati imam samudera yang memang teroris yg merusak islam…dalam menulis apalagi hanya menukil pernyataan beberapa orang tidaklah adil tanpa antum jelaskan detail hal-hal yang menurut antum khilaf dalam buku ustd luqman, dan tentunya semua dlm bingkai nasehat-menasehati sesama muslim karena baik antum,ana, ustd luqman dan kita semua tak lepas dari kesalahan..

  10. Kau meminta kami bersikap adil dan bijak dalam menyikapi isi-isi buku Mereka Adalah Teroris karya Ustad Luqman. Lantas mengapa Ustad Luqman sendiri tak bisa bersikap adil dalam membantah buku Imam Samudra???

    Buku Imam Samudera itu memang ada salahnya, namun ada juga kebenarannya karena buku itu ditulis untuk menasihati kaum muslimin dan memberi peringatan kepada para thaghut laknatullah agar melepaskan cengkeramannya dari kaum muslimin dan mujahidin..

    Antum berkata:
    “dalam menulis apalagi hanya menukil pernyataan beberapa orang tidaklah adil tanpa antum jelaskan detail hal-hal yang menurut antum khilaf dalam buku ustd luqman”

    Silahkan baca buku Siapa teroris? Siapa Khawarij? tulisan Abduh Zulfidar Akaha.
    Niscaya kau akan menemukan betapa cerobohnya dia menuduh kesana-kemari terhadap mereka yang berbeda faham dengannya.

    Yang kami lihat di sini engkau berupaya untuk membela sang Ustad Luqman tersebut.
    Bersikaplah adil!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Halaman

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: